Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

“Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya”
(Mazmur 128:1)

Memiliki keluarga yang berbahagia merupakan dambaan setiap orang. Mazmur 128 yang perikopnya diberi judul “Berkat atas Rumah Tangga” oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menyatakan bagaimana kita dapat memiliki keluarga yang berbahagia. Pemazmur di satu sisi menyatakan bahwa kebahagiaan merupakan berkat Tuhan, namun di sisi lain kebahagiaan didapat oleh setiap orang yang mau melakukan kehendak Tuhan dalam hidupnya.

Beberapa hal yang disoroti Pemazmur, sebagai berikut :
1. “Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya” (ay. 1).
Hidup dengan takut akan Tuhan dan taat kepadaNya membuat hidup kita berbahagia dan nyaman. Setiap pribadi anggota keluarga harus mempunyai kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, dan betapa penting arahan dari seorang ayah (ay. 4).
2. “Apabila engkau memakan hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu” (ay. 2).
Keluarga yang hidup takut akan Tuhan dan bekerja keras akan merasakan/menikmati berkat-berkat Tuhan. Iman seseorang kepada pemeliharaan Allah, dan ketekunannya dalam berusaha mendatangkan berkat yang berkecukupan (ay. 6).
3. “Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!” (Maz. 128:3)
Pemazmur menyatakan bahwa keluarga bahagia dialami ketika hubungan-hubungan antar anggota keluarga menyenangkan, sehingga suasana rumah dirasakan penuh damai dan nyaman.
Selama bulan keluarga kita telah membahas dan mengingat kembali peran suami, isteri, dan anak. Peran yang indah, yang Tuhan percayakan. Mari kita terus belajar untuk mewujudkan peran kita dengan baik.
Suami dipanggil untuk memimpin keluarga dengan memberikan pengaruh positif, memiliki kehidupan rohani yang baik, tekun berjuang dan berusaha, dan mengayomi keluarga dengan penuh kasih sayang. Isteri sebagai Penolong dan Pendamping dikiaskan pemazmur sebagai pohon anggur yang subur. Kiasan “Pohon Anggur yang Subur” menunjuk pada kehidupan yang produktif. Keproduktifan perempuan bukan hanya karena ia melahirkan anak, tetapi keproduktifan perempuan harus nyata dalam hidupnya. Keproduktifan yang dinyatakan dalam kasihnya, hikmatnya, kesetiaannya, kemampuan membagi waktu, kemampuan mengatur rumah tangga, dst. Anak-anak dari orang yang takut akan Tuhan akan tumbuh, kokoh dan kuat menyongsong masa depannya, dan tidak akan goyah menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
4. Janji berkat dan damai sejahtera dari Tuhan (Maz. 128:4-6).
Berkat bagi mereka yang hidup takut akan Tuhan bukan hanya dirasakan dalam lingkup rumah tangga, tetapi juga dalam masyarakat dan bangsa. Keluarga yang takut akan Tuhan dan berbahagia merupakan pilar-pilar pembentuk bangsa yang kokoh (Maz. 128:5) dan membawa kesejahteraan bagi generasi yang akan datang (Maz. 128:6).

Di akhir bulan keluarga tahun 2017 ini, mari kita melihat kehidupan keluarga kita masing-masing. Bagaimana perjalanan hidup keluarga kita? Sungguhkah kita bersyukur untuk setiap anggota keluarga kita? Sudahkah kita menjalankan peran kita masing-masing dengan penuh kasih dalam kehidupan keluarga kita? Dengan menyadari keluarga sebagai anugerah Tuhan, mari kita menjadi keluarga yang berbahagia dengan hidup takut akan Tuhan. Mari kita miliki komitmen seperti Yosua, yang menyatakan, “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yosua 24:15b). Tuhan memberkati.

Pdt. Meitha Sartika, Th.M.

Gereja yang Menjadi Berkat Bagi Sesama

Sub Tema Tahun Pelayanan 2016 - 2017

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
1. Minggu Pukul 06.30 WIB
2. Minggu Pukul 09.00 WIB
3. Minggu Pukul 17.00 WIB

 

Facebook GKI Delima

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian