Suatu ketika ada sebuah keluarga muda yang terdiri dari: ayah, ibu dan putra cilik mereka. Mereka tinggal bersama ayah dari ayah mereka. Kakek sudah tua dan selalu gemetar dan sangat lemah. Dia sering menjatuhkan segala sesuatu dan menumpahkan semuanya khususnya makanan dan minuman. Itu menyusahkan dan memalukan bagi keluarga khususnya pada waktu ada tamu. Jadi keluarga ini menyingkirkan orang tua ini sebuah sudut jauh dari meja. Mereka memberikan kakek mangkuk tanah liat sebagai tempat makanan, namun si kakek memecahkannya. Kakek terus saja menjatuhkan segala sesuatu dan membuat kekacauan. Akhirnya mantunya berbicara dengan kasar dan memindahkannya ke sudut kamar jauh dari meja makan. Si kakek akhirnya diberi wadah kayu sebagai tempat makannya.
Suatu hari si menantu mendapati putranya sedang mengutak atik beberapa potong kayu seakan dia berusaha menyatukannya. Ia bertanya kepada putranya apa yang sedang dilakukan. Jawabnya: “ Aku sedang membuat wadah untuk ibu dan ayah untuk kuberikan kepada kalian kalau aku sudah besar.” Kata-kata itu seolah-olah menjatuhkan hukuman atau si menantu, lalu menceritakannya kepada suaminya. Mereka membawa ayah mereka ke meja, Dia menjatuhkan atau gemetaran, tetapi itu bukan masalah lagi. Akhirnya mereka menghormati ayah mereka.
Saudara dan saudari yang terkasih tidak ada didalam keluarga yang sempurna selalu ada celah kekurangan dan kesalahan namun didalam celah kekurangan dan kesalahan itulah kita didorong untuk menghormati dan memaafkan. Karena keluarga bukanlah bentuk dari status dalam relasi antar manusia namun adanya hubungan ketergantungan yang erat antar anggotanya dimana nilai dan sikap saling menghormati menjadi penting.
Dalam pembacaan kita diperlihatkan bagaimana sikap nilai menghormati dan menghargai menjadi sangat penting. Perumpaan undangan pesta pernikahan dimana hidangan terbaik untuk para tamu sudah tersedia namun tidak ada tamunya. Maka diundanglah orang-orang yang dijumpai dipersimpangan-persimpangan jalan. Namun ada seorang tamu yang tidak berpakaian layak untuk hadir dipesta. Maka marahlah sang raja itu. Tersirat bagaimana nilai menghargai atau menghormati sangatlah penting. Sikap yang menempatkan orang lain sebagai bagian yang penting dan terhormat. Bukankah kita sebagai umat juga sangat senang untuk dihargai dan dihormati?. Maka sangatlah penting bila kita menghargai dan menghormati Tuhan Allah dalam keseharian kita, khususnya didalam keluarga. Karena sikap kita terhadap Tuhan Allah akan tercermin didalam kehidupan keluarga dan keseharian kita.
Oleh karena itu bila kita berharap dan mengingini bahwa didalam masamasa kini dan yang akan datang keluarga kita menjadi keluarga yang sehati dan hangat,, mari saudara dan saudari hargailah dan hormatilah setiap anggota keluarga kita. karena cara kita memberlakukan setiap anggota keluarga adalah cerminan bagaimana kita bersikap kepada Tuhan Allah.
Keluarga sehati bukan keluarga yang semua sama
Namun keluarga yang saling menghargai dan menghormati
Didalam kekurangan dan ketidaksempurnaan.
Sehingga tidak ada tidak ada seorangpun yang tersingkirkan.
-Ima Frontantina Simamora-







