Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Bacaan I : Yesaya 42 : 1-9
Mazmur : Mazmur 29
Bacaan II : Kis. Para Rasul 10 : 34-43
Bacaan Injil : Matius 3 : 13-17

Nicolaus Copernicus adalah seorang tokoh tokoh yang menemukan teori heliosentrisme. Teori heliosentrisme mengungkapkan bahwa matahari merupakan pusat tata surya. Copernicus menemukan teori tersebut ketika pada masanya, teori yang dipahami oleh manusia adalah teori geosentrisme. Geosentrisme adalah teori yang mengemukakan bahwa bumi merupakan pusat tata surya. Teori Copernicus tersebut menjadi sebuah gebrakan yang mendorong penelitian lanjutan mengenai tata surya dan membantu manusia memahami kerja dari tata surya yang ditinggalinya. Kebenaran yang dinyatakan oleh Copernicus bukanlah kebenaran yang mudah diterima karena pemahaman geosentrisme yang telah mengakar di masyarakat ketika itu. Kebenaran ini bahkan tidak mudah diterima oleh gereja sekalipun.

Kebenaran memang tidaklah selalu mudah untuk diterima apalagi jika kebenaran tersebut tidak seperti keyakinan yang selama ini dipegang oleh dunia di sekitar. Kondisi inilah yang juga terjadi kepada Yohanes Pembaptis dan mungkin juga bagi banyak umat Tuhan yang membaca kisah Pembaptisan Yesus. Untuk apa Yesus dibaptis? Apalagi, pada masa itu, baptisan Yohanes Pembaptis dikenal sebagai baptisan pertobatan. Apakah Yesus berdosa sehingga Ia harus dibaptis? Bukankah seharusnya justru Yohanes Pembaptis yang harus dibaptis Yesus? 

Pertanyaan inilah yang menjadi pertanyaan Yohanes Pembaptis sehingga ia mencegah Yesus dan berkata, "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, tetapi Engkau yang datang kepadaku?" Sekalipun demikian, Yesus menegaskan bahwa mereka harus melakukan seluruh kehendak Allah atau jika berdasarkan TB 1 dan bahasa aslinya mereka harus melakukan kebenaran (dikaiosune) Allah. Kehendak atau kebenaran Allah pada saat itu mungkin terlihat membingungkan bagi Yohanes, tetapi itu memang harus dilakukan dalam rangka menegaskan karya Yesus yang nantinya akan membebaskan dunia dari belenggu kuasa dosa dan maut. Suara Allah seolah menegaskan sebuah ketaatan yang harus dijalani Yesus dalam menggenapi kehendak dan kebenaran Allah yang membebaskan tersebut. Hamba Allah dalam Yesaya 42 : 1-9 dan baptisan yang harus dilakukan Petrus dalam Kisah Para Rasul 10 : 34 - 43 juga menegaskan bahwa kebenaran Allah tidaklah selalu sama dengan kebenaran dan kehendak manusia, tetapi ketika dijalani akan menjadi sebuah karya yang membebaskan.

(Disadur dari Buku Dian Penuntun Edisi 40)

Keluargaku Lingkunganku

 

Sub Tema Tahun Pelayanan 2025 - 2026

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian