Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Pesta demokrasi untuk menentukan Capres dan Cawapres 2019- 2024 dalam prosesnya telah mencabik-cabik rasa nasionalisme rakyat dan kesatuan bangsa hanya karena perbedaan pilihan politik. Segelintir atau sekelompok orang yang sangat terobsesi ingin berkuasa telah melakukan “indoktrinasi” sehingga ada sebagian besar rakyat yang terhasut untuk melakukan tindakan-tindakan inkonstitusional. Ironisnya, warga di akar rumput, seperti kaum emak-emak bahkan anak-anak dilibatkan dalam kontestasi politik yang tidak logis lagi. Ujaran kebencian, berita bohong, dan fitnah menjadi senjata yang akhirnya memicu saling olok dan mengejek, mengintimidasi bahkan mengancam untuk membunuh menjadi sesuatu yang lumrah. Namun harus diingat bahwa melakukan tindakan-tindakan tersebut sungguh tidak mencerminkan karakter bangsa Indonesia yang sejak dahulu kala terkenal dengan keramahannya. Saat ini Indonesia krisis/darurat cinta kasih!

Dalam kedua bacaan minggu ini yaitu Yohanes 13:31-35 dan Kisah Para Rasul 11:1-18 menekankan kepada kita agar kita harus terus memiliki dan memelihara cinta kasih Allah untuk membangun persekutuan umat-Nya. Di saat yang sama persekutuan cinta kasih itu menjadi kesaksian untuk terus membagikan cinta kasih Allah kepada semua orang tanpa batas sehingga terbentuk persekutuan cinta kasih umat manusia. Pemberitaan lnjil kepada segala bangsa adalah pemberitaan atas dasar kasih dan bukan penaklukan apalagi dalam semangat pindah agama. Pemberitaan lnjil kepada segala bangsa didasari pada semangat kasih untuk membangun, menciptakan, dan memelihara kehidupan ini dalam damai sejahtera Allah yang memulihkan. Perlu dikritisi bahwa sering kali pemberitaan lnjil masa sekarang dilakukan Gereja bukan dengan semangat kasih tapi penaklukan. Perpindahan agama menjadi arena menang kalah untuk membanggakan diri.

Ingatlah bahwa Kristus memercayai kita untuk memberitakan lnjil, kabar baik, bagi dunia supaya dunia merasakan cinta Allah yang memulihkan, mendatangkan kebaikan dan damai sejahtera. Oleh sebab itu semangat cinta kasih harus kita lakukan untuk memberitakan Injil kepada siapapun tanpa batas. Semangat kemarahan diganti dengan keramahan, kebencian diganti dengan penerimaan satu sama lain, olok-olok dan caci-maki diganti dengan saling menghargai. Kita bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, dianugerahi bukan hanya kekayaan alam yang melimpah tetapi juga keragaman yang menjadi kekuatan dan keunggulan bangsa ini. Mari kita wujudkan dan pelihara kesatuan bangsa dengan semangat cinta dan kasih.

Esok hari, tgl 20 Mei 2019 kita sebagai bangsa Indonesia kembali akan memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Sebuah peringatan penting untuk mengingatkan bahwa bangsa yang besar ini pernah membuat sebuah tekad dan komitmen untuk mengambil LANGKAH BESAR BERSAMA: bersatu demi terwujudnya kehidupan bangsa yang lebih baik. Sudah tepat bila pemerintah menetapkan tema peringatan 111 Tahun Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2019 adalah: “BANGKIT UNTUK BERSATU”. Saat ini kita harus kembali mengambil semangat kebangkitan nasional bagi bangsa ini. INDONESIA HARUS BANGKIT DARI KEBENCIAN DAN TINDAKAN SALING MENGHANCURKAN, BERSATU UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA MAJU!

Pdt. Adi Cahyono M.Si

Gereja yang Menjadi Berkat Bagi Sesama

Sub Tema Tahun Pelayanan 2016 - 2017

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
1. Minggu Pukul 06.30 WIB
2. Minggu Pukul 09.00 WIB
3. Minggu Pukul 17.00 WIB

 

Facebook GKI Delima

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian