Ketakutan apa yang seringkali hinggap dalam pikiran saudara-i? Ada orang yang ketakutannya; tidak punya uang, keselamatan orang yang disayang, sakit, ditinggalkan orang yang disayang, tidak punya pekerjaan, takut dikejar Pinjol, takut tidak punya teman. Ketakutan sangat mungkin mempengaruhi kehidupan keseharian dan aktifitas kita. Ketakutan bisa membuat kita tidak bisa tidur, gelisah, makan tidak enak, jantung kita deg-degan, pusing bahkan ketakutan yang tak terkontrol membuat orang depresi. Ketakutan bisa membuat iman kita menjadi tidak bertumbuh bahkan hancur. Ketakutan membuat kita tidak merasakan kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita. Ketakutan bisa mengubah karakter kita menjadi jahat dan memurung. Ternyata ketakutan itu memiliki dampak yang sangat besar dalam hidup kita.
Ketakutan dialami juga oleh para murid disaat menghadapi gelombang besar karena angin topan yang dasyat menuju ke daerah seberang dimana perahu mereka mulai dipenuhi air. Ada hal yang menarik:
- Beberapa para murid adalah nelayan yang sudah pengalaman.
- Tuhan Yesus ada didalam perahu walaupun sedang tidur.
Kedua fakta ini mengungkapkan dalam pelayaran mereka menuju daerah seberang seharusnya tak perlu takut namun mereka, sangat ketakutan. Hal ini terjadi karena para murid mengandalkan diri mereka sendiri, bukan iman mereka. Inilah yang membuat mereka membangunkan Tuhan Yesus.
Iman diuji pada saat ketakutan
Ketakutan yang dialami para murid bisa terjadi didalam hidup kita saat ini. Berbagai masalah bisa kita alami. Berbagai ketakutan bisa menguasai kita tetapi ketakutan jangan membutakan kita. Kita harus tetap berpegang bahwa Tuhan Yesus ada bersama kita, Roh Kudus pasti menyertai kita dan membuat yakin akan karya Allah. Memang badai itu tidak langsung tenang tetapi ada Yesus disana. Mungkin badai itu menakutkan kita jikalau kita akan binasa karena kapal kita tenggelam tetapi ingat bukankah kita diberikan kemampuan oleh Allah untuk membawa kapal sampai ke seberang atau tempat tujuan. Ketika badai itu datang kita bisa panik dan berteriak-teriak tetapi jaga mata, hati dan iman kita untuk berseru kepada Tuhan:” Tuhan tolonglah.”. Tetap berjalan, tetaplah beriman, tetap berpikir jernih sekalipun dalam badai dan gelombang keras karena Tuhan Yesus tidak jauh, Tuhan ada bersama-sama kita yaitu Roh Kudus. Kita pasti sampai ke tempat tujuan dan pengalaman menghadapi badai kita menjadi pengalaman yang memberkati. Be taft be humble-solagracia
- Pdt. Ima F. Simamora -







