Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Hidup dengan bertanggung jawab merupakan cerminan sikap bijaksana dalam diri seseorang. Pribadi-pribadi yang bijaksana akan menjalankan semua tugas, pekerjaan, dan kewajiban dengan semangat merdeka. Ia bertindak bukan karena terpaksa, apalagi dipaksa. Sikap bijaksana juga menjadikan seseorang mampu memilah mana yang perlu dilakukan dan mana yang harus ditinggalkan. Sikap bijaksana melahirkan penghayatan bahwa hidup ini sebuah kepercayaan dan karena dipercaya seseorang akan mudah memercayai orang lain.

Setiap orang Kristen dipercaya oleh Tuhan dengan diberi tanggung jawab. Kepercayaan dari Tuhan itu disebut dengan talenta. Talenta dimaknai bukan sekadar bakat dan kemampuan. Talenta lebih dari itu sebab talenta adalah hidup itu sendiri. Bersediakah kita mempertanggungjawabkan hidup yang dipercayakan Tuhan? Bila kita dipercaya untuk hidup, buah-buah apa yang dihasilkan dari hidup sehari-hari? Apakah buah-buah yang dihasilkan itu dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Sang pemberi talenta? Kita juga perlu mengingat bahwa talenta pemberian Tuhan itu limited edition. rtinya: diberikan oleh Tuhan seturut dengan kesanggupan kita – talenta bagi setiap orang berbeda-beda. Talenta itu pada suatu saat akan kita pertanggungjawabkan kepada Sang pemberi.

Terhadap dua hamba yang mengusahakan talenta itu tuan itu memberikan pujian dan penghargaan. Selain penghargaan, tuan itu mengatakan bahwa mereka akan mendapat kepercayaan yang lebih besar sebab telah setia dalam perkara-perkara yang kecil. Yang menarik untuk dicermati pula adalah ungkapan “perkara kecil” dari si tuan pada talenta yang jumlahnya fantastis di mata para hamba itu. Kegembiraan tuan terhadap kinerja hamba-hamba itu diikuti dengan ajakan dari tuan agar mereka ikut serta dalam kebahagiaan tuannya. Agustinus Gianto menafsirkan bagian ini dengan tuturan: tuan tadi akan membuat mereka menjadi anggota rumah yang merdeka, dan bukan lagi hamba. Jika hamba yang mendapat kepercayaan mengelola lima dan dua talenta mengusahakan talenta dan mendapat keuntungan, hamba yang dipercaya satu talenta tidak mengusahakan apapun. Ia sengaja tidak mengusahakan talenta itu dengan menyimpan talenta di dalam tanah. Ia disebut jahat dan malas karena tidak memiliki inisiatif apapun sehingga tidak ada perkembangan dari talenta yang dipercayakan tuannya. Ia dihukum oleh sempitnya pandangan tentang dirinya sendiri dan tentang tuannya.

Mari kita bertanggungjawab dalam mengembangkan semua yang Tuhan percayakan kepada kita. Kita selalu bertekun dan setia. Kiranya satu kali kita boleh merndengar suara yang menyatakan “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaKu yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggungjawab dalam perkara yang kecil, Aku akan memberikan kepadamu tanggungjawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Matius 25:23).

MS (sumber: Dian Penuntun)

Gereja yang Menjadi Berkat Bagi Sesama

Sub Tema Tahun Pelayanan 2016 - 2017

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
1. Minggu Pukul 06.30 WIB
2. Minggu Pukul 09.00 WIB
3. Minggu Pukul 17.00 WIB

 

Facebook GKI Delima

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian