“Hidup yang tidak memberikan dampak positif bagi kehidupan bersama adalah kehidupan yang tidak layak dijalani.” John C. Maxwell.
Dalam quote ini kita diingatkan betapa pentingnya menjalani hidup yang berdampak positif bagi hidup kita dan hidup bersama. Hidup yang dijalani tidak hanya sekedar pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup, sekedar ada, tetapi memberi dampak positif bagi kehidupan. Bukankah setiap kita akan mengeluarkan dampak yang bisa dirasakan, baik dampak yang positif atau dampak yang negatif? Atau kita sekedar hidup, tidak peduli apa dampak dari keberadaan kita? Bila sekedar hidup dan kita tidak peduli dengan dampak yang hadir dalam hidup kita maka kita akan hidup egois, tidak peduli dan akhirnya kita sendiri merasa kosong dan percuma, tidak berarti.
Pembacaan Firman Tuhan khususnya dalam bacaan Injil mengingatkan kita akan dampak apa yang telah dan akan kita hadirkan. Berdampak positif bukan sekedar menjadi ajakan namun ini adalah identitas kita. Identitas yang menempel dalam hidup keseharian seperti garam dan terang. Garam sangat jelas dari fisik dan rasanya sekalipun tidak dalam bungkus dengan tulisan garam orang akan tahu pasti bedanya garam dengan yang lain seperti gula atau tepung melalui bentuk apalagi rasanya yang khas: asin. Garam juga tidak dipergunakan dengan sembarangan, ada fungsi-fungsi yang jelas misalnya: pemberi rasa masakan, antiseptik, pengawet dll. Begitu juga dengan terang sudah jelas rupanya. Bagaimana dengan kita sebagai murid-murid Tuhan Yesus.
Dalam pembacaan firman Tuhan, kita diingatkan bahwa identitas kita harus jelas dan sungguh-sungguh dikenali dengan baik oleh orang sekitar. Identitas yang dapat dikenali melalui identitas status dan perilaku kita. Bila kita murid Yesus maka identitas Kristiani harus hidup, jelas dan terasa. Identitas penuh kasih, menjunjung kebenaran, keadilan dan kesederhanaan dll. Seperti garam dan terang maka juga harus berfungsi dengan baik begitu juga kita. Kita kembali diajak dan merefleksikan apakah kita sudah berfungsi dengan baik dalam kehidupan ini, memberi rasa yang indah, membersihkan kehidupan dari kehancuran dan ketidakbenaran, menjadi terang bagi kehidupan dalam kebenaran dan kasih. Ketika hidup kita sesuai dengan kehendak Tuhan Yesus maka dengan sendirinya kita bisa berdampak positif dalam hidup ini. Marilah kita mengingat identitas dan semangat berperan positif dalam hidup bersama.
“Do all the good you can.
By all the mean you can.
In all the ways you can.
In all the place you can.
At all the times you can.
To all people you can.
As long ever you can.”
-John Wesley-
- Pdt. Ima F. Simamora -







