Bacaan I : Kisah Para Rasul 10:34-43
Mazmur Tanggapan: Mazmur 118:1-2, 14-24
Bacaan II : Kolose 3:1-4
Bacaan Injil : Matius 28:1-10
Perjumpaan seseorang dengan Tuhan seharusnya membawa dampak dalam hidupnya secara nyata. Pengenalan seseorang akan Tuhan seharusnya mengubah cara pandang, pilihan, dan keputusan dalam hidupnya. Ada banyak orang Kristen yang menjalani kehidupan yang tetap sama, seolah-olah perjumpaan dengan Yesus tidak membawa pengaruh apa-apa dalam hidupnya. Murid-murid Yesus tidak demikian. Perjumpaan dengan Yesus yang bangkit mengubahkan kehidupan mereka, baik cara pandang maupun fokus hidup mereka.
Pertama, Yesus mengubah ketakutan menjadi keberanian untuk hidup sebagai saksi Injil Kristus, meskipun untuk itu mereka harus berhadapan dengan kekuatan yang berusaha menindas dan membungkam mereka. Kedua, mereka memiliki orientasi hidup yang baru di dalam terang kebangkitan Kristus. Jika sebelumnya mereka berharap Yesus menjadi Mesias yang menegakkan kejayaan bangsa Israel, sekarang Tuhan memberikan kepada mereka visi dan misi global bagi semua bangsa. Itulah sebabnya, secara perlahan tetapi pasti, Tuhan membawa mereka ke dalam paradigma baru dalam memandang bangsa-bangsa bukan Yahudi, Pada akhirnya, Tuhan juga membawa mereka ke dalam paradigma baru mengenai perempuan. Bukan kebetulan jika saksi mula-mula kebangkitan adalah murid-murid perempuan.
Dengan demikian, Paskah bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan juga perubahan identitas dan orientasi hidup para murid. Cara berpikir, bertindak, dan berharap, semuanya berubah. Hidup tak lagi sama. Inilah makna terdalam dari Paskah. Kubur kosong menunjukkan bahwa kematian bukan akhir kisah. Yesus yang bangkit menyatakan bahwa pengharapan lebih kuat dari keputusasaan. Kabar Injil harus dibawa kepada segala bangsa karena kasih Allah tidak terbatas. Umat percaya diubah untuk hidup di dalam visi surgawi dan semangat kebangkitan.
(Disadur dari Buku Dian Penuntun Edisi 41)







