Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Sudahkah kita benar-benar hidup sebagai Anak Tuhan selama ini? Hidup sebagai Anak Tuhan semestinya seperti apa ya? Banyak orang yang sudah biasa berbicara tentang Tuhan, melakukan pelayanan di gereja, tetapi sebenarnya belum sungguh-sungguh hidup sebagai anak Tuhan. Kenapa demikian? Karena mereka melakukan demi keinginan dan kepentingannya sendiri.

Dari catatan Injil Yohanes 14:1-14 tentang percakapan Yesus dengan para murid, khususnya Tomas dan Filipus kita mengetahui bahwa ternyata mereka selama ini mengerjakan pelayanan bagi Tuhan namun belum merasakan Tuhan bekerja di dalam dirinya mereka. Rupanya mereka belum benar-benar mengenal Yesus (ay.7, 9). Padahal Yesus sudah mengajarkan semua itu (Yoh. 3:14-16). Nampaknya Tomas dan Filipus belum mengalami “perjumpaan secara pribadi” dengan Yesus. Maksudnya mereka belum mengenal Yesus seutuhnya. Maka Yesus menegaskan bahwa diri-Nya adalah jalan, kebenaran, dan hidup (ay. 6). Yesus bukanlah salah satu jalan, melainkan satu-satunya jalan menuju Bapa. Itulah sebabnya, siapa yang mengenal Yesus berarti mengenal Bapa (ay.7) dan siapa yang telah melihat Yesus berarti telah melihat Bapa (ay.9, bdk. Yoh. 1:18), karena Yesus di dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus (ay. 10).

Jika masih sulit juga untuk memahami dan percaya maka mereka seharusnya mengingat karya-karya Yesus yang ajaib (ay.11), yang merupakan kesaksian bahwa Yesus adalah Anak Allah. Bukan hanya itu, orang-orang yang percaya kepada Dia pun malah akan melakukan pekerjaan yang lebih besar dari yang Yesus lakukan (ay. 12). Namun bukan berarti Yesus menyuruh murid-muridNya untuk menjadi hanya pembuat mukjizat. Ia hanya sedang menginginkan mereka memercayai perkataan-Nya karena merupakan perkataan Bapa juga. 

Melalui kisah ini kita mari kita berkomitmen untuk menjadi pribadi yang makin berkenan di hadapan Tuhan dengan kesungguhan, ketulusan dan kesetiaan melakukan tugas kita sebagai bagian dari tindakan iman. Percaya kepada Tuhan memang sebaiknya terjadi bukan hanya karena telah melihat keajaiban Tuhan terlebih dahulu. Sebab bila kita percaya Tuhan, niscaya kita akan mengalami kebesaran Tuhan dalam hidup kita. Namun jika masih sulit bagi kita untuk percaya, membaca dengan iman kisah-kisah Tuhan saat menyatakan kuasa-Nya melalui mukjizat dapat menolong kita untuk merasakan kehadiran-Nya.

Kisah Stefanus dalam Kisah Para Rasul 7:55-60 bisa menjadi pelengkap dan menjadi bukti nyata tentang anak Tuhan yang setia sampai akhir hidupnya. Pengenalan dan perjumpaan pribadi dengan Tuhan secara utuh yang memampukannya melakukan pekerjaan Tuhan yang besar. Kiranya kita terus berkomitmen untuk melakukan tugas kita dengan tulus dan setia untuk melakukan kehendak-Nya. Tuhan beserta kita senantiasa.

- Pdt. Adi Cahyono -

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian