Minggu Trinitas
“Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”
(Yoh 3:17)
Pada tahun 1993, seorang ibu bernama Mary Johnson mendapatkan sebuah kabar yang memutar kehidupannya seratus delapan puluh derajat. Anaknya yang tunggal, Laramium Byrd, telah mati dibunuh oleh seorang anak berumur 16 thn bernama Oshea Israel. Ketika ia melihat wajah Oshea yang ia rasakan hanyalah dendam dan kebencian. Beberapa tahun Marry berjuang dalam rasa dendam dan amarah. Sampai pada saat Marry bertemu dengan mama dari Oshea dan terjadi percakapan diantara mereka. Marry berproses dalam pengampunan. Yang menarik adalah setalah Oshea dibebaskan dari penjara. Mary mengadakan sebuah “welcome home party” untuk Oshea. Ia juga menawarkan Oshea utnuk tinggal di sebelah rumah-nya. Kini mereka menjadi tetangga dan hubungan mereka sangatlah dekat. Oshea mengadakan bahwa Mary adalah alasan yang membuatnya untuk tetap berjalan dijalan yang benar. Mary pernah berkata kepada Oshea: “ Anak kandungku sudah tidak ada disini. Aku tidak pernah berkesempatan untuk melihatnya lulus kuliah. Dan sekarang kau masuk kuliah; aku memiliki kesempatan untuk melihatmu lulus.” Aku tidak pernah berkesempatan untuk melihatnya menikah. Semoga suatu hari nanti, aku bisa melihatmu menikah.” “ I love u son”. (sumber: Rancangan Kotbah 30 mei 2021. Pdt. Sutrisno)
Mengampuni memang bukanlah hal yang mudah apalagi jika dampak yang dilakukan dalam hidup kita begitu dalam dan menyakitkan. Ughh rasanya jika tidak si pelaku celaka atau hancur belum puas diri kita. Rasa dendam dan amarah yang kita simpan dan pendam begitu dalam dan rapih akan menjadi seperti bom waktu yang akan siap meledak sewaktu-waktu dan hidup kita akan terasa sesak dan nggak sukacita, tidak damai. Caranya agar kita lepas dari rasa dendam dan amarah terhadap orang lain dan meraih kedamaian adalah PENGAMPUNAN. Karena pengampunan sulit maka kita perlukan kuasa dan cinta Tuhan Yesus yang menolong kita. Tanpa cinta dan tangan Tuhan Yesus dalam hidup kita maka kita akan gagal.
Karya pengampunan dalam Tuhan Yesus adalah karya yang sangat besar dan dasyat untuk menyelamatkan kehidupan. Karya yang sudah dilakukan sejak awal-awal penciptaan sampai Tuhan Yesus datang kedua kali. Karya pengampunan didalam Tuhan Yesus adalah karya yang tidak pernah putus dalam kehidupan ini. Terus berlangsung karena pengampunan dalam Tuhan Yesus adalah pengampunan Ilahi. Karya Ilahi yang dimulai dari Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus/ Allah Tritunggal. Karya Ilahi yang tidak hanya mengampuni begitu saja namun juga membuat para murid Tuhan Yesus dibaharui untuk dapat menjadi pelaku dan menghidupkan pengampunan dalam kehidupannya.
Pdt. Ima F. Simamora







