Bacaan I : Yesaya 63:7-9
Mazmur Tanggapan : Mazmur 148
Bacaan II : Ibrani 2:10-18
Bacaan Injil : Matius 2:13-23
Jika Tuhan ada, mengapa la mengizinkan terjadinya rupa-rupa kekejian, pembunuhan, dan ketidakadilan? Banyak orang tergoda untuk berpikir bahwa Tuhan tidak ada karena di dunia ini terlalu banyak kekerasan dan penderitaan. Namun, melalui bacaan Alkitab hari ini, kita mendapati bahwa kisah kehadiran Tuhan tidak terjadi dalam dunia dongeng, di mana segala sesuatu berjalan dengan makmur, aman, dan penuh kebahagiaan. Allah dalam Yesus hadir di tengah realitas dunia, yang di dalamnya terdapat kesenjangan ekonomi, kemiskinan, dan penindasan, bahkan dalam konteks kekejaman politik, ketika rakyat dan bayi-bayi yang tak bersalah dibantai. Yesus pun hadir dalam realitas Ia dan keluarga-Nya harus mengungsi untuk bertahan hidup.
Pada Minggu pertama sesudah Natal ini, kita akan dibawa untuk membaca kenyataan pahit dengan sudut pandang ilahi. Sebab, kenyataan hidup seringkali seperti sebuah permadani, yang ketika dilihat dari bawah tampak silang sengkarut dan penuh keruwetan. Keindahan sebuah permadani hanya akan bisa dinikmati ketika kita melihatnya dari atas, bukan dari bawah. Dari sudut pandang yang benar yakni dari atas kita akan mampu melihat keindahan permadani sebagai mahakarya yang begitu rumit dan bercita rasa seni tinggi.
Penulis Alkitab mampu merefleksikan kenyataan menyakitkan dalam perspektif iman tentang rancangan kebaikan Tuhan bagi mereka yang dikasihi-Nya. Kisah tentang pelarian Yesus dan keluarga-Nya dapat menerangi umat di tengah kenyataan hidup yang memang berat dan terkadang kejam. Umat diajak juga untuk tetap percaya bahwa Yesus telah hadir di tengah kenyataan itu dan Allah akan memampukan melewati segala prahara dunia dengan hati yang ikhlas. Sebab, dari sanalah akan datang keselamatan yang tak terduga oleh pikiran manusia. Melalui khotbah hari ini, umat diajak untuk menghadapi kenyataan hidup di dalam iman akan adanya pertolongan Allah atas segala perkara.
(Disadur dari Buku Dian Penuntun Edisi 40)








