Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Dalam ibadah minggu 23 Agustus 2020 hari ini merupakan ibadah syukur ulang tahun GKI ke-32. Kita patut bersyukur atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan sejarah GKI, khususnya sejarah penyatuan GKI Sinode Jabar, Jateng dan Jatim menjadi Sinode GKI. Selain bersyukur atas segala sesuatu yang diraih dan dikerjakan, sudah sepatutnya sebagai gereja juga mesti dengan sadar dan tulus melakukan intropeksi diri atas segala keterbatasan atau bahkan kekeliruan yang maemang perlu diperbaiki dan diperbaharui. Oleh sebab itu tema yang dipilih pada tahun ini adalah “GKI yang Terus Membarui Diri”. Adapun tujuan dari tema ini hendak mengajak kita untuk terus berada dalam proses pembaruan diri agar semakin mampu berderap bersama menjadi mitra Allah yang menghadirkan damai sejahtera Allah di bumi ini, khususnya di Indonesia dimana GKI berada dan menjadi bagian bangsa ini.

Berdasarkan pembacaan Injil Matius 16:13-20 kita diajak untuk melihat Petrus yang mendapat visi dari Yesus yang harus dikerjakannya. Ia mendapat legitimasi bahkan otoritas menjadi mitra Yesus untuk melanjutkan pemberitaan Injil di dunia (ay.18-19). Kesediaan Petrus untuk mengerjakan panggilan tsb membuat lahirnya persekutuan/gereja-gereja yang hidup sesuai dengan ajaran Yesus. Persekutuan tersebut kehadirannya memberikan dampak pada masanya. Maksudnya keberadaan gereja pada saat itu relevan, kontekstual dan mampu menghadirkan pembaharuan bagi konteks dimana ia berada di dalamnya.

Upaya menjadi mitra Allah memang tidak mudah, ada tantangan dan pergumulan yang harus dihadapi. Berdasarkan teks Roma 12:2-8, kita dapat melihat bahwa tantangan dan pergumulan yang paling utama bersumber dari diri sendiri. Di antaranya: kecenderungan untuk hidup dalam keegoisan, tidak bersedia bersinergi dengan yang lain dalam melayani, kesombongan dan keangkuhan diri, dst. Semua hal tersebut menjadi penghambat bagi gereja atau umat yang menjadi mitra Allah untuk mewujudkan damai sejahtera Allah bagi kehidupan bersama. Oleh sebab itu Paulus menekankan pentingnya sebuah proses pembaharuan hidup (Rm 12:2). Pembaharuan hidup itu dapat terjadi jika ada kesediaan dan tekad yang kuat untuk: 1) Mengakui keterbatasan, kelemahan atau kesalahan yang telah dilakukan; 2) Mengubah sikap dan tindakan (pembaruan hidup) untuk kehidupan yang relevan dan berdampak positif bagi kehidupan bersama; 3) Mewujudkan perubahan yang sudah dicanangkan.

Marilah saat ini kita juga meyakini bahwa sebagai pribadi maupun institusi kita diberi kepercayaan, penugasan dan otoritas dari Allah untuk menjadi MitraNya. Kita dipanggil untuk mewujudkan pengakuan iman kepada Yesus dengan mewujudkan persekutuan yang relevan dan berdampak positif bagi kehidupan bersama. Terutama di tengah pandemi virus Corona yang belum sirna. Mulailah dari hal sederhana di antaranya: menjaga kesehatan diri sendiri dengan disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak); memiliki kepedulian untuk meringankan kesulitan ekonomi orang lain dengan aksi/tindakan nyata. Memang tidak mudah, namun kita tidak boleh menyerah. Mungkin bisa salah langkah, namun tidak boleh kalah. Mari berderap satu dan terus maju bagi kemuliaan nama Tuhan. Amin. (PAC)

*) Disadur dari Dian Penuntun.

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian