Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Di era milenial ini apakah Firman Tuhan masih relevan? Di tengah gempuran budaya instan dan peradaban yang terus mendorong manusia berpacu dengan waktu untuk meraih semua yang diinginkan, bahkan dengan cara-cara yang amoral dan minus etika, maka Firman Tuhan mestinya menjadi pegangan bagi orang beriman! Khususnya saat diperhadapkan pada kenyataan yang tidak bisa dipahami dan dimengerti dengan akal budi.

Dalam Injil Lukas 4:14-21 diceritakan bahwa Yesus kembali ke Nazaret setelah menjalani serangkaian peristiwa penting di Galilea. Lukas mempertegas dengan mengatakan bahwa "inilah tempat Yesus dibesarkan". Ia kembali ke Nazaret, kepada orang-orang yang mengenalnya sejak kecil hingga dewasa, untuk menegaskan siapa diri-Nya dan apa misi pelayanan-Nya. Ketika Yesus beribadat, Ia mendapat tugas membacakan kitab nubuatan nabi Yesaya (61:1-2), yang menyatakan beberapa hal, yaitu bahwa (a) Roh Tuhan ada pada-Nya; (b) Dia diurapi untuk menyampaikan kabar pembebasan kepada para tawanan, memberikan penglihatan kepada orang buta; Dia diutus untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, dan (d) memberitakan bahwa Tahun Rahmat Tuhan telah datang.

Sesungguhnya ayat tersebut menubuatkan tentang diri-Nya. Maka tepatlah bila Tuhan Yesus mengatakan bahwa ayat itu digenapi oleh-Nya. Namun ketika Yesus memaparkan maksud dan pesan dari kitab Yesaya, faktanya tidak membuat para pendengar-Nya jadi memahami Dia dan karya-Nya. Yang muncul adalah penolakan. Mereka malah marah dan menghalau Tuhan Yesus ke luar kota itu ( Luk 4:29). Hati mereka masih tertutup rapat, tidak dapat menerima Allah di dalam Kristus.

Kalau kita perhatikan kisah-kisah selanjutnya, kita akan menemukan kisah Yesus yang menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mengusir roh-roh jahat, dan berkuasa atas alam semesta. Nubuatan itu benar-benar digenapi dalam hidup Yesus. Bahkan semua dampak dosa yang diderita manusia disingkirkan oleh Yesus Kristus melalui karya-Nya di kayu salib. Inilah yang menjadi bukti bahwa Firman Allah itu hidup. Maka kita patut bersyukur dan memuji Allah karena Yesus Kristus datang bukan hanya untuk berkhotbah tentang manusia yang harus melepaskan diri dari dosa. Karena Ia sendiri datang untuk membebaskan manusia dari dosa.

Mendengar firman Tuhan ternyata tidak lantas membuat orang jadi mengerti dan percaya. Dibutuhkan hati yang terbuka untuk melihat siapa Yesus sebenarnya dan kemudian mengalami kuasa dan kasih-Nya. Firman Allah itu bukan hanya digenapi, tetapi kebenaran dari pesan Firman itu masih terus terjadi hingga saat ini untuk meneguhkan iman percaya umatNya.

Mungkin kita telah menerima Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan kita, tetapi apakah kita telah membuka tiap area dalam kehidupan kita secara utuh kepada-Nya? Bersediakah kita bukan hanya mengakui Dia sebagai Mesias, Juruselamat kita tetapi mau mewartakan Kristus melalui karya dan pelayanan kita?

Di tengah berbagai tantangan, godaan dan cobaan dunia yang terus menggocoh dan membuat iman kita berpaling dari Tuhan, Ia senantiasa hadir menunjukkan kasih dan kuasa-Nya. Bukan hanya dibutuhkan iman/keyakinan, tetapi juga kepekaan agar kita dapat melihat/mendengar-mengalami/merasakan kehadiran Tuhan lewat firmanNya. Tuhan sudah dan akan terus hadir menyapa dan menyatakan diri-Nya kepada kepada dunia lewat firman-Nya bagi kita semua. Selanjutnya, kita pun bisa dipakai Tuhan untuk menyampaikan firman-Nya, ketika kita menghidupi firman Tuhan dan menyatakannya dalam hidup kita.

Pdt. Adi Cahyono, M.Si

Gereja yang Menjadi Berkat Bagi Sesama

Sub Tema Tahun Pelayanan 2016 - 2017

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
1. Minggu Pukul 06.30 WIB
2. Minggu Pukul 09.00 WIB
3. Minggu Pukul 17.00 WIB

 

Facebook GKI Delima

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian