Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Kita tidak bisa menampik bahwa serangan Covid-19 telah memporak-porandakan tatanan kehidupan umat manusia saat ini. Proses belajar mengajar, pekerja/karyawan bahkan ibadah pun harus dilakukan dari rumah. Perputaran roda ekonomi nyaris terhenti atau harus dibongkar dan melakukan penyesuaian total. Realita ini menimbulkan kecemasan dan kebingungan untuk kelangsungan kehidupan nanti. Data penderita COVID-19 di Indonesia terus bertambah, ini semakin memicu ketakutan, dan kekuatiran kita. Apalagi banyak warga gereja yang menjadi korban pandemi COVID-19 ini. Mungkin diantaranya ada yang kita kenal atau bahkan bagian dari keluarga kita. Perasaan sedih dan kehilangan tidak terhindarkan lagi. Mungkin silih berganti dengan perasaan kecewa, marah ataupun benci atas kenyataan yang terjadi.

Situasi saat ini bisa membuat kita masuk dalam suasana krisis. Krisis pada umumnya dialami oleh mereka yang tidak siap atau lebih tepatnya tidak/belum bisa menerima kenyataan. Sebagaimana dialami Marta dan Maria ketika Lazarus saudaranya itu meninggal. Mereka sangat sedih dan terpukul. Namun bersyukurnya mereka masih percaya kepada Yesus dan memberitahukan kepadaNya. Yesus pun akhirnya bertindak sesuai dengan waktu dan kehendak-Nya. Lazarus dibangkitkan untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias, yang berkuasa atas kematian dan membangkitkan orang mati. Hal ini tertulis dalam Injil Yohanes 11:1-45. Setidaknya ada 2 pesan penting dari perikop tersebut. Pertama, Tuhan tahu apa yang menjadi pergumulan umat-Nya dan tahu apa yang harus dilakukan-Nya.(ay.4). Kedua, Tuhan itu peduli dan akan bertindak berdasarkan cinta kasih kepada umatNya demi menggenapi rencana Bapa dan untuk kemuliaan-Nya. Dengan demikian Tuhan Yesus adalah sumber pengharapan sejati di saat krisis terjadi.

Pada saat yang mencekam karena virus Corona sekarang ini, menjadi saat yang tepat untuk kita kembali memaknai pengharapan kita di dalam Kristus. Kita dingatkan bahwa Yesus tahu pergumulan umat-Nya dan tidak akan tinggal diam. Ia adalah Tuhan yang mengasihi dan peduli dengan penderitaan kita. Ia sanggup menolong umat-Nya bahkan atas kematian sekalipun karena Yesus berkuasa untuk membangkitkan orang mati. Oleh sebab itu, apapun kesulitan bahkan krisis yang sedang kita alami saat ini jangan sampai membuat kita kehilangan harapan! 

Situasi saat ini mungkin bisa membuat kita lelah, stress karena harus merubah/membatalkan segala rencana dan kegiatan kita. Bahkan kita harus memutar otak agar kehidupan/aktifitas bisa berjalan dengan semestinya. Namun kita jangan sampai kehilangan arah hidup atau menjadi putus asa. Percayalah bahwa Tuhan bukan hanya tahu, apa yang kau alami dan sedang engkau rasakan. Dia sungguh peduli serta turut merasakannya. Kita juga harus yakin bahwa Tuhan pasti akan melakukan yang terbaik sesuai dengan waktu dan cara-Nya demi untuk kemuliaan Bapa.

Tunjukkan iman dan pengharapanmu dengan tetap melakukan tindakan iman. Di antaranya: terus berdoa baik secara pribadi atau bersama keluarga; proaktif dan sepenuh hati mengikuti ibadah walaupun dilakukan secara online/live streaming. Tetap memberikan persembahan pun bagian dari wujud iman kita untuk mendukung pelayanan gereja Tuhan yang harus terus berjalan. Dalam situasi sulit seperti ini, gereja justru mendapat tempat besar untuk berkontribusi nyata bagi dunia. Dan ini membutuhkan dukungan penuh dari jemaat semua. Bukan hanya doa dan dana, tetapi juga pemikiran/ide dan tenaga. Mari di masa-masa sulit ini, kita tunjukan keyakinan dan dengan menyatakan kasih Tuhan dengan perbuatan nyata kita. Tuhan beserta kita.

(Pdt. Adi Cahyono)

Gereja yang Menjadi Berkat Bagi Sesama

Sub Tema Tahun Pelayanan 2016 - 2017

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
1. Minggu Pukul 06.30 WIB
2. Minggu Pukul 09.00 WIB
3. Minggu Pukul 17.00 WIB

 

Facebook GKI Delima

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian