Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Penyebaran virus Corona (Covid-19) sudah menjadi wabah yang mendunia dalam waktu yang sangat cepat. Hal ini tidak bisa dipungkiri lagi menjadi masalah kemanusiaan yang harus dihadapi bersama oleh semua pihak dan kalangan di seluruh dunia. Tidak peduli apapun suku/etnisnya, bangsa/negaranya, agamanya, status sosialnya, kedudukan maupun jabatannya juga tidak mengenal batas usia maupun harta kekayaannya.

WHO pada tanggal 12 Maret 2020 menetapkan Covid-19 sebagai pandemi. Artinya WHO memberi “alarm”pada pemerintah semua negara dunia untuk meningkatan kesiap-siagaan untuk mencegah maupun menangani wabah tersebut. Ketika sebuah pandemi dinyatakan artinya ada kemungkinan penyebaran melalui komunitas terjadi secara sporadis dan masif. Presiden Jokowi pada hari Minggu, 15 Maret akhirnya menyatakan bahwa masyarakat Indonesia harus melakukan social distancing selama kurang lebih 2 minggu. Hal ini juga langsung direspon dengan cepat oleh gereja-gereja di Indonesia termasuk GKI. Demikian pula GKI Delima, setelah mendapat surat keputusan dari GKI SW Jabar terkait masalah itu melakukan PMJ daring/online dan pada hari Selasa tanggal 17 maret 2020 mengeluarkan surat edaran No.334/MJ/III/2020.

Fenomena ini mengacaukan semua kegiatan manusia. Pertemuanpertemuan dibatalkan, rencana-rencana kegiatan harus dijadwalkan ulang bahkan ditiadakan. Sekolah-sekolah dan kantor-kantor beraktifitas di rumah. Termasuk kebaktian minggu di ruang kebaktian diganti menjadi online atau live streaming. Data statistik di Indonesia menunjukan adanya kenaikan signifikan korban Corona, baik yang suspect, positif maupun korban meninggal. Konon banyak dari kalangan gereja yang juga menjadi korban. Pertanyaanya sampai kapan situasi ini akan berlangsung? Apakah kita benar-benar bisa dan mampu menghadapi serangan mematikan dari Covid-19 ini?

Dalam situasi ini, perlu kita ingat kembali kegelisahan dan kegentaran Yosua ketika diperintahkan oleh Allah merebut tanah perjanjian Kanaan menggantikan Musa. Firman Allah menyatakan: “Ya, hendaklah engkau kuat dan perkasa! Singkirkan ketakutan dan kebimbangan. Karena ingatlah, Tuhan Allahmu menyertai engkau kemana pun engkau pergi.” (FAYH Yosua1:9). Sebelumnya dengan jelas disampaikan bahwa Yosua harus melakukan dengan hati-hati segala petunjuk atau panduan yang sudah diberikan Allah melalui Musa. Bahkan ditegaskan agar tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya kemana pun langkahnya dipenuhi keberuntungan.” (ay. 6-7)

Situasi dan kesulitan apapun tidak boleh membuat kita (baca: gereja) menjadi putus asa. Rencana Allah bagi dan melalui gereja tidak pernah bisa digagalkan oleh apapun dan siapapun. Mari kita memiliki keteguhan hati di tengah wabah Corona ini, bahwa rencana Tuhan dalam hidup kita pasti terlaksana. Mari kita taati aturan-aturan dan panduan yang sudah dikeluarkan oleh pihak-pihak yang berkompeten dan berwenang. Kita harus menyatukan hati untuk bersama-sama melawan Corona. Tuhan beserta kita.

Pdt. Adi Cahyono 

Gereja yang Menjadi Berkat Bagi Sesama

Sub Tema Tahun Pelayanan 2016 - 2017

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
1. Minggu Pukul 06.30 WIB
2. Minggu Pukul 09.00 WIB
3. Minggu Pukul 17.00 WIB

 

Facebook GKI Delima

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian