Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Kata “ Karantina” sudah biasa kita dengar dan ucapkan, apalagi ketika pandemic Covid-19 sejak Maret 2020 yang lalu. Konon kata “karantina” berasal dari Bahasa Venesia sekitar abad ke-14 sampai ke-15, yaitu “quarantena”, yang berarti empat puluh hari. Kata ini terbentuk semasa pandemi Black Death/Wabah Hitam. Pada waktu itu bagi para pelaut wajib mengisolasi diri selama 40 (empat puluh) hari untuk memastikan bahwa mereka tidak membawa wabah. Setelah masa itu mereka boleh masuk kembali ke tengah masyarakat. Dengan demikian kata karantina identik dengan mengisolasi atau menarik diri.

Dalam bacaan pertama leksionari minggu ini, yaitu dari Kis 1:6-14 kita dapat melihat bahwa para murid setelah Yesus terangkat ke sorga juga “mengarantina/mengisolasi diri” sebagai tindakan mempersiapkan menyambut kehadiran Roh Kudus sebagaimana dijanjikan Yesus sebelumnya. Yesus telah memerintahkan para murid untuk tetap tinggal di Yerusalem dan menyuruh mereka tinggal di sana. Mereka berkumpul, menarik diri serta bertekun dalam doa di ruang atas dimana mereka menumpang (ay.13). Para murid bersama dengan ibu Yesus berdoa selama masa penantian akan pencurahan Roh Kudus. Dengan berdoa bersama bukan hanya bersekutu dengan Allah yang merangkul dan memulihkan serta menguatkan jiwa, tetapi menjadi kesempatan untuk saling menopang dan menguatkan satu sama lain dalam menghadapi pergumulan hidup.

Masa berdoa sebelum pencurahan Roh Kudus di hari Pentakosta inilah yang kemudian menjadi landasan bagi tradisi doa menjelang Pentakosta di dalam gereja. Tradisi ini dikenal juga dengan nama Doa Novena (Lat. Novena: kesembilan). Di GKI, tradisi ini biasanya disebut Pekan Doa Pentakosta atau Doa Pra Pentakosta, yakni masa doa setelah Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga dan sebelum Pentakosta. Ada jemaat yang merayakannya selama delapan hari tanpa hari Minggu, ada juga yang melakukannya selama Sembilan hari, bahkan ada yang mengadakan 10 hari. Di GKI Delima tradisi doa seperti itu diberi nama Doa Malam Menjelang Pentakosta (DMMP).

Tahun ini DMMP GKI Delima diadakan selama sepekan yaitu dari tanggal 22 -27 Mei 2023. Hari Senin sampai dengan Jumat diadakan setiap pkl. 19.00 WIB, dan pada hari Sabtu diadakan pada pkl. 17.00 WIB. Penyelenggaraanya diatur supaya melibatkan seluruh unsur dan kategorial di jemaat. Baik dari komisi-komisi, pengurus dan umat di rayon berkolaborasi dengan majelis dalam pelaksanaan liturgi DMMP. Bahkan setelah ibadah selesai diadakan ramah tamah dan Perjamuan Kasih. Untuk itu umat dihimbau membawa makanan/snack secara sukarela untuk dinikmati bersama-sama sehingga makin terjalin kebersamaan baik secara rohani maupun jasmani. Kiranya melalui momen DMMP tahun ini GKI Delima bisa semakin kompak dan solid untuk terus menyatakan karya Allah melalui gereja-Nya di GKI Delima tercinta. Tuhan beserta kita senantiasa.

- Pdt. Adi Cahyono -

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian