"INILAH ANAK YANG KUKASIHI, KEPADA-NYALAH AKU BERKENAN, DENGARKANLAH DIA."
Menjadi saksi peristiwa yang besar dan hebat bisa menjadi pengalaman yang menghadirkan rasa kagum yang besar dan respon manusia biasanya sangat ingin menceritakan peristiwa itu.
Hal ini yang dialami oleh Petrus, Yohanes dan Yakobus. Ketika menyaksikan peristiwa pertemuan Yesus, Musa dan Elia; Tranfigurasi; perubahan bentuk-rupa atau penampilan berkaitan akan keagungan dan kemuliaan. 3 murid Yesus ini sangat heran dan terpesona sehingga mereka ingin membuat tenda sebagai monumen peringatan. Dalam peristiwa Transfigurasi tersebut mereka juga mengalami perkataan Allah Bapa "suara dari dalam awan." : "Inilah anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.". Perkataan Allah Bapa melalui "suara dari Awan," ini merupakan pernyataan akan kemulian Yesus sebagai SANG MESIAS. Pernyataan akan sebagai Sang Ilahi Juru Selamat. Sekalipun saat itu 3 murid ini belum dapat memahami karena peristiwa Transfigurasi berkaitan dengan peristiwa Paskah. Transfigurasi adalah awal dari peristiwa Paskah.
Kalimat "Dengarkanlah Dia." juga mengajak kita merefleksikan kembali kemulian dan keberkenanan Mesias yang digenapi melalui Peristiwa Salib. "Dengarkanlah Dia" mengingatkan kita apakah dalam hidup kita, kita bisa mendengarkan Yesus dan melakukannya. Karena mendengarkan adalah tindakan menyimak dengan baik apa yang kita dengar bukan sekedar bisa dengar. Sehingga dalam hidup kita, kita akan merasakan sukacita dan keselamatan bukan sekedar peristiwa yang menggembirakan. Sola Gracia.
- Pdt. Ima F. Simamora -







