Bacaan I : Yesaya 35:1-10
Mazmur Tanggapan: Mazmur 146:5-10
Bacaan II : Yakobus 5:7-10
Bacaan Injil : Matius 11:2-11
Pada masa pandemi COVID-19, ada sebuah ajakan agar masyarakat membatasi diri membuka media sosial untuk membaca berita-berita yang beredar. Sebab, rupanya tingkat stres dan kecemasan seseorang rentan melonjak ketika ia terlalu banyak terpapar berita-berita buruk. Selain itu, dalam berbagai seminar psikologi, sering kali disampaikan bahwa otak manusia memang lebih mudah menerima dan menyimpan hal-hal negatif dari pada positif. Misalnya, ketika ada orang yang menyampaikan kritik dan orang lain menyampaikan pujian pada hal yang sama, biasanya seseorang lebih merasa terganggu dengan kritik tersebut dari pada merasa senang karena pujian yang diterimanya. Bahkan, satu peristiwa buruk kadang kala bisa begitu menguasai, sehingga pengalamanpengalaman baik yang terjadi pada hari yang sama seakan lenyap tak terlihat.
Oleh karena itu, seorang manusia butuh kemampuan untuk dapat memberi dan nilai pada pengalaman-pengalaman yang menyukakan, yang Tuhan berikan, selain terhisap pada pengalamanpengalaman buruk yang dialaminya. Ketika seseorang terlalu memberi perhatian pada berbagai kemalangannya dan mengabaikan karya Allah yang dinyatakan, maka keputusasaan sudah ada di depan mata, atau bahkan sudah ada dalam genggaman. Namun, jika manusia dengan jujur mengakui karya Allah yang nyata dalam hidupnya, di sanalah imannya diberikan kekuatan.
Masa Adven merupakan masa penantian akan kedatangan Kristus. Menanti sesuatu yang tidak diketahui waktunya merupakan satu pekerjaan yang membutuhkan iman. Selama manusia hidup di dunia, maka mereka akan selalu berhadapan dengan banyak kenyataan. Kenyataan yang melemahkan iman, dan kenyataan yang memberikan pengharapan. Menanti kedatangan-Nya dengan pengharapan membutuhkan pilihan sadar manusia untuk memberi perhatian pada karya Allah. Bukan artinya mengabaikan penderitaan dan pergumulan, namun dengan jujur mengakui tuntunan-Nya sebagai latihan Rohani untuk hidup dalam pengharapan. Kebaktian Minggu Adven III ini hendak mengajak umat telah yang untuk mau mengarahkan pandangan pada karya-karya Tuhan dinyatakan dan menjadi saksi atasnya.
(Disadur dari Buku Dian Penuntun Edisi 40)








