Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Bacaan I : Kejadian 22:1-14
Mazmur Tanggapan : Mazmur 13
Bacaan II : Roma 6:12-23
Bacaan Injil : Matius 10:40-42

Seringkali, beriman kepada Allah dipahami sebagai segalanya akan mudah dan baik-baik saja. Ketika kesukaran dan kesusahan terjadi di dalam realitas kehidupan, pemahaman tersebut membuat kita mengalami kesulitan untuk tetap beriman kepada Allah bahkan kecewa dan meragukan Allah di dalam kehidupan kita. Kondisi tersebut juga dialami oleh Abraham. Perintah Allah kepada Abraham: 1) "Ambillah Ishak, anakmu yang satusatunya, yang engkau kasihi, 2) pergilah ke tanah Moria dan 3) persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kuberitahukan kepadamu." (Kej. 22:2). PerintahNya jelas, tetapi memunculkan pertanyaan dan sulit untuk memahaminya.

Sedemikian brutalkah Allah Abraham? Bagaimana mungkin Allah yang diyakini dan dipercaya sebagai Mahabaik terlihat begitu mengerikan, kejam dan sadis? Allah macam apakah yang begitu tega terhadap Abraham untuk melakukan hal keji kepada Ishak? Mengapa Abraham tidak protes, tidak melawan atau menentang perintah-Nya? Bagaimana dengan Sara jika Abraham pulang tanpa Ishak? Mengapa Ishak diam, tidak memberontak dan tidak melakukan perlawanan terhadap Abraham dan kabur? Tidakkah Allah sedang menentang diri-Nya sendiri dan mengingkari perjanjianNya? Semua pertanyaan itu wajar karena hampir semua realitas kehidupan yang tidak sesuai dengan harapan bisa membawa pada sikap meragukan, bahkan memotivasi untuk berpikir ulang dan mempertanyakan iman.

Sekalipun demikian, iman dan realitas kehidupan tidak perlu dipertentangkan. Hal ini karena membuat keputusan di dalam realitas kehidupan, baik keputusan iman maupun bukan, tidak berarti selalu ada jaminan kepastian yang terlihat. "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang diharapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak dilihat." (Ibr. 11:1). Iman bisa memberikan perspektif yang berbeda terhadap realitas kehidupan. Dengan demikian umat bisa tetap beriman dan bertindak sesuai iman di dalam kesukaran dan kesusahan. Pada Minggu Biasa Ketigabelas ini, umat belajar memahami hidup beriman di dalam berbagai kesulitan dan kesukaran hidup dari keputusan dan tindakan iman Abraham.


(Disadur dari Buku Dian Penuntun Edisi 42)

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian