Menurut survei yang dilakukan oleh We Are Social dan Hootsuite pada tahun 2021, sekitar 170 juta orang (62,7% )populasi Indonesia menggunakan internet. Dari jumlah tersebut, sekitar 160 juta orang (58,9%) populasi Indonesia mengakses internet melalui perangkat mobile atau gadget. Selain itu, survei yang dilakukan oleh Nielsen pada tahun 2021 menunjukkan bahwa penggunaan smartphone di Indonesia terus meningkat, dengan rata-rata pengguna smartphone menghabiskan waktu sekitar 4,5 jam per hari untuk menggunakan smartphone. Penggunaan smartphone paling banyak digunakan untuk mengakses media sosial, menonton video, dan bermain game. Pertanyaan reflektifnya, berapa banyak waktu yang digunakan itu berdampak untuk meningkatkan keintiman kita dengan Tuhan, sehingga membuat kita semakin memahami-Nya dan mau melakukan kehendakNya? Ingatlah bahwa waktu hidup kita di dunia ini ada batasnya.
Perumpamaan tentang Talenta yang terdapat dalam Injil Matius 25:14-30 merupakan rangkaian pengajaran Yesus tentang kedatangan Mesias yang kedua kalinya. Perumpamaan l itu bukan saja berisi tentang pertanggungjawaban atas kepercayaan atau kesanggupan yang sudah diemban, tetapi juga berbicara tentang rentang waktu tertentu yang dipercayakan kepada sang hamba, sampai sang Tuan kembali lagi (ay.14,19). Hamba yang menerima lima dan dua talenta disebut sebagai hamba yang baik dan setia oleh sang tuan. Mereka diundang menikmati kebahagiaan bersama tuannya dan dipromosikan untuk tanggung jawab yang lebih besar (ay. 20- 23). Hamba ketiga disebut sebagai hamba yang malas dan jahat; ia dihukum di neraka yang gelap (ay. 26-30).
Di dalam penghakiman akhir, Tuhan tidak melihat seberapa besar jumlah kegiatan pelayanan kita, tetapi Ia melihat bagaimana tanggung jawab kita di dalam mengembangkan talenta yang telah Ia berikan sesuai dengan kesanggupan kita. Hukuman diberikan kepada orang yang sebenarnya tahu apa yang harus dia lakukan, tetapi tidak melakukannya. Orang yang demikian disebut sebagai malas dan pemberontak/pembelot karena hanya melakukan keinginan/kemauannya sendiri dan bukan untuk memuliakan Tuhan.
C.S. Lewis pernah mengatakan "The future is something which everyone reaches at the rate of sixty minutes an hour, whatever he does, whoever he is." Artinya, masa depan adalah sesuatu yang dapat dicapai oleh setiap orang dengan kecepatan 60 menit per jam, apa pun yang dilakukannya, siapa pun dia. Quote ini mengingatkan kita bahwa waktu adalah sumber daya yang berharga dan sama bagi setiap orang, dan penting untuk menggunakan waktu dengan bijak untuk mencapai tujuan dan meraih kesuksesan. Sebagai orang percaya tujuan hidup dan kesuksesan kita adalah ketika kita bisa memuliakan Tuhan dalam hidup kita.
Setiap kita memiliki waktu yang sama, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 365 hari dalam setahun. Namun penggunaan waktu yang ada tersebut satu orang dengan orang yang lain bisa sangat berbeda. Hal ini bisa dikarenakan keadaan atau kemampuannya, tetapi lebih sering disebabkan oleh bagaimana orang menggunakan waktu yang ada. Dengan kata lain, bagaimana seseorang bijak menggunakan waktu yang ada akan menentukan hasil atau produktifitasnya. Tetapi maksudnya bukan tentang kuantitas tetapi kualitas hidup yang berdampak bagi dunia. Oleh sebab itu sebagai umat-Nya kita harus hidup bijaksana dalam menggunakan kesempatan yang ada. Tuhan kiranya terus memampukan kita. Soli Deo Gloria.
- Pdt. Adi Cahyono -







