Bacaan I : Yesaya 11:1-10
Mazmur Tanggapan: Mazmur 72:1-7, 18-19
Bacaan II : Roma 15:4-13
Bacaan Injil : Matius 3:1-12
Ada sebuah benda yang sering dicari meskipun bukan kebutuhan pokok manusia, yaitu cermin. Cermin diperlukan orang untuk memeriksa penampilan, terutama ketika harus pergi ke sebuah acara penting. Cermin berfungsi untuk memastikan apakah baju yang dipakai dalam keadaan yang masih baik, apakah rambut sudah betul-betul tertata, atau apakah ada benda-benda asing yang menempel pada tubuh dan mengganggu penampilan. Manusia membutuhkan cermin untuk memeriksa penampilannya. Tampaknya, bukan hanya untuk memeriksa penampilan, tetapi dalam hidup berkomunitas, manusia juga lain. perlu becermin untuk memeriksa pola relasinya dengan orang lain.
Sering kali manusia lebih mudah untuk melihat dan menilai kesalahan orang lain, sedangkan kotoran yang ada pada dirinya tidak disadari, dan tidak ada upaya apapun untuk membersihkannya. Kata pepatah, "Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak." Pepatah ini adalah sebuah ironi yang nyata terjadi; Selalu merasa orang lain memiliki banyak kesalahan, tetapi boroknya sendiri tak pernah diobati.
Pada Minggu Adven II. Di tengah masa penantian akan kedatangan Kristus kembali, kita perlu menghayatinya dengan menjalani pertobatan yang sungguh. Pertobatan, jika dilakukan dengan sungguh, merupakan upaya personal yang memiliki dampak yang dirasakan secara komunal. Seseorang yang sungguh-sungguh "becermin", mengakui apa yang perlu dibarui di dalam dirinya dan mengupayakan perubahan diri, akan menghasilkan buah pemulihan relasi. Sebaliknya, ketika seseorang lebih banyak memperhatikan kesalahan sesamanya tetapi mengabaikan pemeriksaan diri, maka ia menjadi penghambat dalam pemulihan relasi dengan sesamanya. Oleh karena itu, pada Minggu Adven II ini, umat diajak untuk sungguh-sungguh "becermin diri", berani mengorek dan mengoreksi dirinya agar dapat menghasilkan buah-buah pertobatan yang turut membawa pemulihan dalam relasi dengan sesamanya.
(Disadur dari Buku Dian Penuntun Edisi 40)








