Bacaan I : Kejadian 12:1-9
Maz. Tanggapan : Mazmur 33:1-12
Bacaan II : Roma 4:13-25
Bacaan Injil : Matius 9:9-13, 18-26
Banyak orang meyakini bahwa manusia diselamatkan karena iman. Namun, tak sedikit pula yang lupa bahwa iman dianugerahkan oleh Roh Kudus agar kita tidak hanya sekadar menjadi penikmat berkat, melainkan juga berpartisipasi dalam karya keselamatan Allah. Orang beriman tak cukup hidup dengan mentalitas penonton dan pengejar berkat, tetapi pemain dalam narasi keselamatan dengan hidup seturut panggilan Allah.
Iman berkelindan erat dengan kesetiaan dan konsistensi dalam melakukan pekerjaan baik yang Allah tetapkan. Seberapa sering kita memulai sebuah proyek, pekerjaan yang baik, pelayanan, tetapi meninggalkannya tanpa penyelesaian ketika berhadapan dengan kesulitan, atau kehabisan tenaga? Banyak orang merespons panggilan pelayanan dengan sigap dan penuh semangat. Namun setelah dijalani, pelayanan tidaklah seindah dan semudah yang dibayangkan. Kita akan berjibaku dengan kejenuhan, kelelahan, hingga akhirnya memilih untuk berhenti sejenak. Sayangnya, sekali berhenti, sungguh sangat sulit untuk memulai dan melanjutkan kembali.
Pelayanan di dalam keluarga, pekerjaan, gereja, hidup bermasyarakat, dan hidup sebagai sahabat alam juga sangat mungkin berhadapan dengan ancaman kebosanan serta stagnansi. Dalam konteks yang demikian, Allah memanggil setiap orang percaya tetap melakukan apa yang baik dan mulia, terus melayani, meskipun sesungguhnya kita sudah begitu jengah melakukannya. Umat dipanggil terus melanjutkan karya kebaikan bukan karena menyukainya, melainkan karena Allah menghendakinya. Ini dikarenakan Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi dunia melalui orang-orang yang mengasihi Dia.
Di Minggu Biasa Kesepuluh ini, umat diingatkan akan mandat partisipasi dalam karya keselamatan Allah melalui kisah pemanggilan Abram. Fokus kisah ini bukanlah adorasi atau pemujaan terhadap Abram sebagai bapa orang beriman, melainkan tentang Allah yang tak pernah lelah menggedor pintu kesadaran umat-Nya untuk terlibat dalam penggenapan karya keselamatan yang telah la rancang sejak semula. Melalui kisah pemanggilan Abram, umat beroleh penegasan bahwa janji Allah bagi umat, merupakan titik tolak janji keselamatan Allah bagi dunia. Pelibatan umat dalam pekerjaan Allah adalah sebuah privilege-hak istimewa untuk turut memberkati kehidupan.
(Disadur dari Buku Dian Penuntun Edisi 42)







