Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

“Bermazmur”
(Ibrani: zamar) berarti menaikkan nyanyian pujian sambil memainkan alat musik. Nyanyian yang dinyanyikan adalah nyanyian rohani. Sedangkan “bernyanyi” (Ibrani: shiyr) berarti menyanyi sebagai tanda sukacita (I Sam 18:6). Secara umum, menyanyi artinya mengeluarkan suara dengan nada-nada, dengan lirik atau tidak. Jadi bermazmur bagi Tuhan artinya bernyanyi/menaikkan nyanyian pujian sambil memainkan alat musik kepada Tuhan sebagai tanda sukacita karena perbuatan Tuhan.

Puji-pujian dan atau penyembahan memiliki peran penting dalam peribadatan.

Dalam tradisi di Perjanjian Lama (Mazmur 150 : 1-6), ditunjukkan suasana kebaktian yang megah, meriah, dan ada permainan alat musik yang beraneka ragam bahkan performance tari-tarian. Orang-orang Lewi pada zaman dahulu bertugas mengatur kelompok pemuji dalam setiap ibadah yang mereka lakukan. Jadi musik dan pujian bukan hanya sekedar pelengkap dalam ibadah, orang-orang Lewi tersebut sangat serius dalam mengerjakan tugasnya dan berusaha memberikan musik yang terbaik dalam setiap ibadah.

Dalam kitab Mazmur terdapat lebih dari 90 kali pemazmur mengajak orang untuk bersyukur. Sebab saat hati kita dipenuhi rasa syukur, maka dengan sendirinya akan keluar puji – pujian untuk Tuhan. Maka dari itu kita harus terus menghayati kasihNya yang luar biasa dalam kehidupan kita sehingga tak henti-hentinya kita memuji Tuhan. Hal ini dapat dimaknai pula bahwa sebenarnya Pemazmur mengajak kita untuk memuji Tuhan dalam kehidupan ini hari lepas hari, bukan hanya saat beribadah saja. Memuji Tuhan pun tidak hanya lewat kata-kata dan alunan melodi, namun lewat perbuatan nyata kita di tengah dunia. Jadi, iman kita pun akan semakin dikuatkan dan diteguhkan ketika kita memuji Tuhan, bahkan kita juga dapat menjadi saksi akan kebaikan dan kasih Tuhan bagi sesama.

Dengan demikian bermazmur bagi Tuhan adalah memberikan keseluruhan hidup kita kepada Allah, untuk memuji dan menyembah Dia sepanjang hidup kita. Manusia tidak akan stagnan dalam melakukan memuji dan menyembah kepada Allah. Manusia dapat menyembah Sang Pencipta dengan cara yang berkembang dari waktu ke waktu melalui musik, cara beribadah, bahkan juga dengan teknologi. Namun semua itu, harus dilakukan dengan hati yang tulus, dan tertuju kepada Allah. Selain itu dengan kerendahan hati memakai kehidupannya “menjadi berkat bagi sesama” bagi kemuliaan Tuhan. Bermazmurlah bagi Tuhan dalam setiap langkah hidupmu. Imanuel.

Pnt. Adi Cahyono M. Si (Teol.)

Keluargaku Lingkunganku

 

Sub Tema Tahun Pelayanan 2025 - 2026

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian