Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Minggu ini, umat Kristen kembali merayakan Pentakosta. Pada umumnya penekanan peringatan Pentakosta masa kini lebih diarahkan merayakan peristiwa pencurahan Roh Kudus, dan umat meresponnya dengan menyampaikan persembahan syukur tahunan (PST) kepada gereja. Ada keterkaitan antara pengucapan syukur tahunan yang umat bawa dengan karya Roh Kudus yang turun di hari Pentakosta yang menjadi awal lahirnya gereja.

Pada mulanya dalam Perjanjian Lama, Pentakosta adalah perayaan umat Israel purba yang dirayakan pada hari ke lima puluh sesudah Paskah. Pada hari itu umat merayakan dua hal yaitu kebaikan Allah karena panen yang berhasil dan pemberian hukum Taurat kepada Musa dengan membawa persembahan syukur (Imamat 23:15-22). Namun dalam Perjanjian Baru, sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul 2:1-21, ketika tiba hari Pentakosta seperti di PL tersebut para murid Yesus sedang berkumpul di Yerusalem. Lalu turunlah Roh Kudus dalam wujud lidah-lidah api kepada para rasul. Turunnya Roh Kudus di hari Pentakosta tersebut memungkinkan para rasul berkata-kata dalam bahasa-bahasa asing yang sebelumnya belum pernah mereka pelajari (ay.1-3;7- 11). Menurut Petrus, kejadian tersebut merupakan penggenapan akan firman Allah sebagaimana tertulis dalam kitab Yoel 2:28-32. Sedangkan menurut Injil Yohanes peristiwa itu merupakan buah karya dari Roh Kebenaran (Yun: parakletos) yang diutus dari Bapa sebagaimana dijanjikan oleh Yesus di malam terakhir sebelum disalibkan (Yoh 15:26-27; 16:13-15).

Perlu untuk diperhatikan bahwa Roh Kudus yang dicurahkan kepada para murid memampukan mereka berkatakata kepada orang yang berasal dari berbagai negara dengan bahasanya masing-masing. Para rasul berani dan bisa menjelaskan perbuatan-perbuatan besar yang Allah nyatakan melalui karya penyelamatan Kristus sesuai konteks lawan bicaranya. Perkataan mereka bisa didengar, dipahami dan diterima dengan baik sehingga banyak orang menjadi percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Kristus (Kis 2:22-36). Dengan demikian salah satu tanda pimpinan Roh Kudus dalam diri seseorang yaitu adanya dorongan dan kesediaan serta keberanian dan kemampuan berbicara di hadapan orang banyak untuk menyatakan kebenaran Allah. Roh Kudus mengaruniakan hikmat dan kemampuan berkomunikasi dengan baik untuk menjangkau orang lain demi pewartaan Injil.

Sebagai orang beriman dan murid Kristus masa kini kita pun perlu berkata-kata dengan urapan Roh Kudus agar dunia mengetahui firman Tuhan dan bisa menjadi percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Mari kita berkata-kata dengan hikmat Tuhan agar orang yang bercakap merasa nyaman dan merasakan perjumpaan dengan Tuhan saat berkomunikasi dengan kita. Dengan demikian kita dimampukan untuk menyatakan kasih Tuhan kepada dunia. Selamat hari Pentakosta, merayakan Kuasa-Nya yang dicurahkan kepada setiap orang percaya. Imanuel.



- Pdt. Adi Cahyono -

Komunitasku, Keluargaku: Bersama, Bertumbuh, dan Berdampak

Sub Tema Tahun Pelayanan 2026 - 2027

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian