Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

Hiruk pikuk dan rentetan perayaan rangkaian Paskah barangkali masih terasa letih dan lelahnya. Namun rangkaian acara selanjutnya sudah menanti di depan mata: Kebaktian Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga, Doa Menjelang/menyambut Pentakosta dan Perayaan Pentakosta yang dilakukan bersamaan dengan pengumpulan Persembahan Syukur Tahunan. Khususnya di GKI Delima, tahun ini kita juga akan merayakan HUT ke-35 yang jatuh pada tanggal 7 Juli mendatang. Betapa banyak dan panjangnya rangkaian peristiwa gerejawi tersebut. Situasi itu bisa membuat kita terjebak menjadi umat selebrasi yaitu umat yang aktif menjaga dan merayakan hari raya keagamaan dengan konsistensi, tekun dan semarak, tetapi terlewati untuk belajar menemukan ada “karya Bapa” di dalam setiap peristiwa yang ada.

Dalam bacaan Injil Yohanes 10:22-30, dikisahkan tentang Yesus yang hadir dalam perayaan hari raya Penahbisan Bait Allah (ay. 22). Bangsa Yahudi pada saat itu sudah merayakan tradisi itu hampir dua ratus tahun. Mereka bukan hanya merayakan tetapi menjaga dengan sebaik-baiknya tradisi tersebut. Namun sayangnya perayaan tersebut tidak menolong mereka melihat pekerjaan-pekerjaan Allah dan kebenaran firman-Nya yang digenapi. Ketika Yesus hadir dan memberitahukan bahwa dirinya adalah Mesias, banyak orang yang menolak dan menentangnya. Padahal kemesiasan Tuhan Yesus dapat dilihat dari karya-karya Ilahi-Nya dan ajaran kebenaran-Nya (ay.25). Bukti-bukti Tuhan Yesus sebagai Mesias terpampang gamblang di depan mata para musuh-Nya, namun tidak dapat dipahami secara rohani oleh mereka karena rohani mereka sendiri belum dicerahkan oleh Allah. Karya dan karsa Tuhan Yesus ini hanya bisa dimengerti oleh dombadomba milik-Nya sendiri. Hanya umat Allah yang mampu mengerti kebenaran rohani tersebut, karena mereka milik Allah yang dipercayakan pemeliharaannya kepada Tuhan Yesus (ay. 27-28).

Di luar anugerah Allah, tidak seorang pun dapat mengenal dan percaya kepada Tuhan Yesus. Pengenalan mereka akan Tuhan Yesus Kristus tidak mungkin salah. Di dalam anugerah Allah, tidak seorang pun dapat kehilangan keselamatannya. Dengan jaminan keselamatan seperti ini, anak-anak Tuhan dipanggil untuk memberitakan anugerah-Nya kepada orang berdosa agar mereka bertobat dan menerima anugerah keselamatan. Karena anugerah menjadikan kita anak Tuhan, maka jadilah alat anugerah-Nya bagi orang lain. Dalam situasi apapun kita dapat menemukan dan merasakan kehadiran-Nya yang memberikan sukacita dan semangat untuk membagikan anugerah Allah yang indah melalui karya dan pelayanan kita.

Pdt. Adi Cahyono M.Si

Gereja yang Menjadi Berkat Bagi Sesama

Sub Tema Tahun Pelayanan 2016 - 2017

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
1. Minggu Pukul 06.30 WIB
2. Minggu Pukul 09.00 WIB
3. Minggu Pukul 17.00 WIB

 

Facebook GKI Delima

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian