Majelis Jemaat

Rayon

Komisi

Kelompok Kerja

“Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan”.

(Amsal 11:24)

Perjalanan kehidupan sangat cepat, sudah hampir satu bulan kita kembali memasuki tahun pelayanan 2016/2017.

Dalam kehidupan di dunia ini, tanpa kita sadari keinginan untuk lebih diperhatikan, memiliki kedudukan/jabatan sangat diharapkan. Orang yang menganggap jabatan sebagai kebanggaan akan berkompetisi untuk mendapatkan jabatan. Sayangnya, orang yang menganggap jabatan sebagai tanggung jawab banyak yang menghindar dari jabatan tersebut, padahal orang yang mengganggap jabatan sebagai tanggung jawab lebih pantas menerima jabatan itu.

Bagaimana dengan kita dalam memberikan mempersembahkan diri kita kepada Tuhan, apakah kita memberikan kepada Tuhan semata-mata “kebanggaan” atau “bertanggungjawab”?

Persembahan wajib menuntut adanya kemauan atau komitmen (kesetiaan), tetapi persembahan sukarela menuntut adanya cinta kasih (dorongan hati).

Jumlah dan bentuk persembahan wajib ditentukan oleh Allah, sedangkan

Jumlah dan bentuk persembahan sukarela ditentukan oleh diri kita sendiri.

Bila kita kurang mengasihi Allah, kita akan berhitung secara teliti, dan kita hanya memberikan persembahan yang diwajibkan oleh Allah. Pemberian sukarela dianggap berlebihan.

Bila kita sungguh-sungguh mengasihi Allah, kita tidak hanya akan memberikan persembahan yang diwajibkan, melainkan kita akan berusaha untuk memberi semakin banyak persembahan secara sukarela tanpa banyak perhitungan.

Dalam hidup kita, pasti menjumpai hal-hal yang menuntut kita untuk memberi secara sukarela (diluar pemberian wajib), misalnya saat kita bertemu dengan orang yang membutuhkan bantuan, saat gereja -memerlukan sokongan dana untuk melaksanakan kegiatan gereja, saat gereja hendak melakukan renovasi/pembangunan gedung gereja, dan sebagainya.

Sebagai orang yang beriman, kita tidak perlu takut memberi terlalu banyak karena Allah pasti akan membalas kasih kita kepada-Nya secara berkelimpahan.

Terkadang kita berpikir semua ini bertentangan dengan prinsip ekonomi dunia, BENAR.

Bila kita memilki prinsip iman seperti yang dikemukakan oleh penulis Amsal, mungkinkah kita ragu-ragu untuk memberi secara sukarela, bangga dan bertanggungjawab??

Kita diingatkan Maz 116:12: “Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?”

NN

Keluargaku Lingkunganku

 

Sub Tema Tahun Pelayanan 2025 - 2026

Jadwal Kebaktian

Sekolah Minggu :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Remaja :
Minggu Pukul 09.00 WIB

Kebaktian Pemuda :
Minggu Pukul 11.00 WIB

Kebaktian Lansia :
Jumat Pukul 10.00 WIB

Kebaktian Umum : 
Minggu Pukul 06.30 WIB
Minggu Pukul 09.00 WIB (Hybrid)
Minggu Pukul 17.00 WIB

Facebook GKI Delima

Download Buku HUT 40 Tahun

 

Download Warta Jemaat

 

Download Liturgi Kebaktian