Matius 20:1-16
“Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.”
Di Keraton Jogja ada orang-orang yang mengabdi kepada Sri Sultan bukan karena bayaran tetapi dimotivasi oleh rasa hormat dan syukur yang besar pada Sri Sultan dengan sukarela dan sukacita. Mereka adalah Abdi Dalem Punakawan merupakan Abdi Dalem yang bekerja di Karaton. Abdi Dalem Punakawan dibagi menjadi dua, yaitu Abdi Dalem Tepas yang bertugas harian dan Abdi Dalem Caos yang bertugas pada periode waktu tertentu. Punakawan mendapatkan gaji maupun honor dari dana istimewa (https://id.quora.com/Berapa-gaji-abdi-dalem-kratonYogyakarta). Para abdi dalem Purnakawan ini sering kali dianggap sebagai orang-orang yang berbudi luhur, orangorang yang berhati mulia, hati yang penuh dengan pengabdian.
Didalam kehidupan keseharian dan pelayanan dibutuhkan juga orang-orang yang bekerja dan melayani dengan sukacita dan dilandasi ucapan syukur. Memang hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan didalam kehidupan keseharian dan pelayanan kita.
Didalam pembacaan kita digambarkan ada para orang upahan yang protes kepada bos nya karena menilai upah yang diterimanya tidak adil, karena ada orang-orang upahan yang menerima upah yang sama tapi waktu dan beratnya pekerjaan lebih sedikit. Dalam kehidupan pelayanan dan kehidupan keseharian kita bisa berhadapan dan mengalami hal seperti ini. kita merasa bekerja keras dan giat namun kok orang lain ya yang dihargai,, saya tidak dianggap. Merasa sudah bekerja keras namun kehidupan segini terus,, sedang orang lain yang kelihatan santai tapi kok bisa jadi kaya dan makmur ya,,. Sehingga menjadi kecewa dan marah,, bahkan muncul perasaan ngak adil.
Firman Tuhan saat ini mengingatkan kita bahwa didalam kehidupan pelayanan dan pekerjaan keseharian baik dirumah atau dikantor berkaitan dengan anugerah dan berkat bahwa:
1. Tuhan Allah adalah Allah yang memberkati semua orang; perhatikanlah setiap orang upahan semuanya mendapatkan upahnya khan,,?
2. Bukan Tuhan Allah yang tidak adil lohhh tapi perasaan dan hati kita yang iri hati atas hak atau keadaan orang lain. Sehingga kita melupakan berkat Tuhan bagi kita.
Oleh karena itu didalam kehidupan keseharian kita, kita diingatkan JANGAN IRI HATI namun lakukanlah segala sesuatu karena bersyukur kepada Tuhan Allah.
Pdt. Ima F. Simamora







