Kebaktian Minggu Pra Paskah ke IV, Minggu 31 Maret 2019 bertepatan dengan pertukaran pelayan firman (PF) minggu ke-5 BPMSW. Kebaktian kali ini istimewa karena diselenggarakan dalam bentuk kebaktian intergenerasional. Kebaktian Intergenerasional adalah sebuah kebaktian yang melibatkan dan memfasilitasi kesempatan lebih dari satu generasi untuk saling belajar dan berinteraksi.
Sebenarnya kita sudah akrab dengan kebaktian yang dihadiri oleh lebih dari satu generasi namun tidak berarti bahwa ini otomatis menjadi kebaktian intergenerasional. Seringkali mereka yang hadir ini tidak difasilitasi untuk bisa saling belajar, dan seringkali juga kita bahkan tidak menganggap keberadaan generasi lain dalam kebaktian-kebaktian kita.
Dalam relasi kita baik sebagai orangtua maupun anak, tak terhindari ada pergumulan dan persoalan yang kita hadapi. Sebagai orangtua, kita kerap mengabaikan peran di tengah keluarga dan hidup kita tidak menjadi teladan. Demikian pula kita sebagai anak. Kita kerap mengutamakan ego/ keinginan kita yang akhirnya menimbulkan potensi konflik dalam keluarga.
Dalam Kebaktian Intergenerasional kali ini menitikberatkan pada generasi baby boomer atau generasi X (orangtua) dengan generasi Y dan Z (remaja). Mengapa demikian? Karena dalam perjalanan kehidupan keluarga di era digital ini, seringkali terjadi gesekan-gesekan antara orangtua dan anaknya terutama yang berusia remaja karena adanya gap teknologi dan pengetahuan yang tanpa sadar dapat menyebabkan luka. Luka ini seringkali tidak disadari atau kalaupun disadari tidak dibicarakan bahkan tidak dipedulikan.
Oleh sebab itu kebaktian Minggu Pra Paskah IV kali ini mengambil tema The Power of Forgiveness. Melalui tema ini kita diingatkan bahwa pengampunan menjadi satu-satunya jalan untuk menyembuhkan luka. Pengampunan inilah yang sudah dianugerahkan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Melalui anugerah-Nya, kita beroleh pemulihan dan menjadikan kita bersukacita.
Dalam kebaktian minggu ini (Kebaktian Umum II) Pelayan Firman akan mengajak/memandu jemaat dalam hal ini menitikberatkan pada orangtua remaja untuk saling memaafkan. Remaja memaafkan orangtuanya dan orangtua memaafkan anak-anak remajanya. Mereka, baik orangtua maupun remaja diajak untuk juga menyadari ketidaksempurnaan mereka dan tidak segan untuk saling memaafkan. Dalam kesempatan tersebut mari kita datang ke hadapan Tuhan dan dengan sungguh-sungguh mengakui segala kesalahan yang kita perbuat, dan belajar untuk saling mengampuni karena pengampunanlah yang memulihkan relasi di tengah keluarga.
Hiduplah dalam pengampunan dan jangan lagi mengikuti nafsu diri tetapi teruslah berpaut pada Kristus yang telah menghapus segala dosa manusia. Karena Kasih Allah di dalam Kristus Yesus telah mengantar kita merasakan kuasa pengampunan yang mengubahkan hidup.
Pdt. Adi Cahyono, M.Si