"dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku." - Yohanes 10:28

Saudara-saudari yang terkasih, banyak orang berharap umur panjang bahkan mungkin ada yang berharap bisa hidup selama-lamanya, seperti pada penggalan puisi: "hidup seribu tahun lagi." Harapan akan keabadian menjadi harapan banyak jiwa bahkan juga menjadi nilai dalam agama-agama. Hidup yang abadi dan misteri kehidupan setelah kematian menjadi misteri yang membawa kita kepada Sang Ilahi, karena Sang Ilahi yaitu Yesus Kristuslah yang memiliki otoritas kuasa atas hidup yang abadi dan kehidupan setelah kematian.

Kata "abadi" (everlasting) identik dengan kata Yunani laini ainios yang bermakna: memiliki permulaan, tetapi tetap berlangsung abadi. Umat percaya tidak kekal, tetapi diberi karunia hidup abadi di dalam karya penebusan Kristus.

Kita bersyukur sekali karena didalam kebangkitan Tuhan Yesus Kristus kita mendapatkan hidup yang abadi. Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus memberikan jaminan akan adanya kehidupan setelah kematian dan hidup yang abadi di kehidupan tanpa batas dengan Tuhan Allah. Hidup abadi diberikan Tuhan Allah kepada setiap umat yang hidupnya bersumber pada Kristus dan berjalan dengan setia dan benar. Jadi hirup yang abadi adalah anugerah Allah dalam kebangkitan Tuhan Yesus melalui iman kepada Tuhan Yesus. Setiap umat yang beriman dan menghidupkan Firman Tuhan dalam keseharian diberi janji dan jaminan untuk memperoleh pengampunan dan keselamatan Allah yang penuh.

Pengampunan dan keselamatan yang penuh dapat dipahami oleh umat percaya dalam bentuk pertolongan dalam hal yang luar biasa(mujizat) atau dalam hal yang sehari-hari; seperti pemeliharaan di masa covid-19 sampai pimpinan Tuhan dalam menghadapi berbagai masalah dan himpitan persoalan. Oleh karena itu kita bersyukur luar biasqa karena Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan yang penuh kasih di masa lalu, hari ini bahkan selama-lamanya.

 

 

Pdt. Ima F. S