Setiap orang tentu boleh dan memang semestinya mempunyai cita-cita/mimpi-mimpi untuk hidupnya. Itulah yang membuat orang memiliki semangat untuk berjuang dan menjalani kehidupan di dunia ini. Pertanyaannya apakah cita-cita dan mimpi kita sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan? Apakah kita sudah sungguh-sungguh berorientasi kepada Allah atau hanya pencapaian/pemuasan diri semata yang mendominasi hidup kita? Mari kita belajar dari Maria dan Yusuf yang mengabaikan cita-cita dan keinginannya demi untuk mewujudkan rencana dan kehendak Allah bagi dunia ini.

Allah memakai kesederhanaan dan keterbatasan bahkan penderitaan hidup manusia untuk menyatakan bahwa apa yang menjadi rencana-Nya tidak ada yang mustahil. Dalam Lukas 1:26-38, dikisahkan bahwa penggenapan janji Allah untuk menyelamatkan dunia melalui Mesias, hadir dalam kehidupan Maria dan Yusuf. Pada awalnya Maria mengalami ketakutan, bingung dan tidak percaya. Namun setelah dijelaskan oleh Malaikat Gabriel, akhirnya Maria percaya dan menyadari bahwa ada kepentingan yang sangat lebih besar akan terjadi melalui kehidupannya. Maria memilih untuk mempersembahkan hidup dan dirinya dipakai oleh Allah untuk menggenapi janji-Nya menyelamatkan dunia. Maria memposisikan diri sebagai hamba yang siap menerima apapun juga yang dikehendaki oleh tuannya. Inilah wujud iman, ketaatan dan kesetiaan Maria untuk masuk dalam rencana dan karya Allah bagi dunia. Sikap seperti inilah yang dikehendaki Allah bagi setiap orang yang bersedia dipakai menjadi alat di tangan-Nya.

Ketika saya ditahbiskan menjadi pendeta GKI dengan basis pelayanan di GKI Delima pada tanggal 5 Maret 2018 yang lalu, saya memilih tema: “Kupersembahkan Hidupku”. Hari ini tanggal 5 Maret 2023 sudah genap 5 (Lima) tahun saya sebagai pendeta GKI dan saya mengambil motto “Mempersembahkan hidup dengan taat dan setia sebagai hamba Tuhan” seperti Maria untuk meneguhkan komitmen dan tekad saya untuk menjalani panggilan sebagai pendeta. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan atas perkenannya bisa melayani sebagai hamba-Nya sampai pada titik ini. Tentunya juga karena ada dukungan dan bantuan banyak pihak baik di internal maupun di luar GKI Delima. Oleh sebab itu saya berterimakasih kepada semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Sebagai pengikut Kristus tugas kita saat ini adalah mewartakan Yesus. Mari kita menjalani ziarah kehidupan di dunia ini dengan hidup kudus dan menjawab panggilan Allah untuk mewartakan dan memberitakan tindakan dan pengajaran Yesus yang menyelamatkan. Pewartaan itu bukan hanya dengan perkataan melainkan juga dengan perbuatan dalam hidup keseharian kita. Baik dalam pelayanan kita, pekerjaan atau bisnis yang kita lakukan, studi, dsb.

Berbahagialah bagi setiap kita yang hidupnya menjadi alat-Nya dan terus dipakai untuk menggenapi janji dan rencana Allah bagi dunia ini. Hidup seperti itu bukan hanya menuruti ego dan ambisi pribadi, tetapi bersedia berkorban dengan tulus dan setia demi untuk mewujudkan rencana Allah bagi dunia ini. Kiranya kehidupan kita senantiasa bertumbuh ke arah lebih baik serta menjadi berkat bagi sesama. Soli Deo Gloria.

Pertapaan St.Maria Rawaseneng, Temanggung

01 Maret 2023

- Pdt. Adi Cahyono -