Pada perang Revolusi ada seorang pewarta Injil yang bernama Peter Miller. Ia bertetangga dengan seseorang yang sangat membenci dirinya karena kehidupan dan kesaksian Kristennya. Bahkan tetangganya ini mengolok-olok Miller dan pegikutnya. Pada suatu hari tetangganya ini dinyatakan bersalah atas tindakan pengkhianatan dan dihukum mati. Mendengar hal ini Peter Miller pergi berjalan kaki untuk memohon pengampunan atas nyawa tetangganya ini dihadapam George Washington. Si Jendral mendengarkan permohonan Pdt. Peter Miller ini namun merasa tidak harus mengampuni teman pendeta ini. “ Sobatku! Dia bukan temanku,” jawab Miller. “ Sebenarnya dia adalah musuh besarku.” “ apa?” kata Washington. “ kamu berjalan hamper ratusan kilo untuk menyelamatkan nyawa musuhmu? Itu membuat masalah ini menjadi lain. Aku akan menyabulkan permintaanmu.: dengan surat pengampunan di tangan Miller bergegas pergi ketempat dimana tetangganya akan dihukum mati. Ia tiba disana tepat dimana si tetangga sedang berjalan ketiang gantungan. Ketika melihat Miller keluar dari kerumunan orang dan menunjukan surat pengampunan yang menyelamatkan nyawanya. Tetangganya sangat terkejut. (dikutip dari: R. Kent Hughes. “ 1001 Kisah Inspirasi: Untuk Musuhku.) h 303.

Didalam kehidupan ini kita seringkali tidak dapat memilih dengan siapa kita bertemu; apakah dengan orang yang baik, menyenangkan atau orang yang menyebalkan dan jahat terhadap kita. Kita pastinya ingin sekali bertemunya dengan orang yang baik, sopan, menyenangkan. Bagaimana jika kita bertemu dengan orang-orang sebaliknya?

Firman Tuhan mengingatkan kita pada saat ini bahwa kasih yang kita lakukan bukanlah karena perbuatan orang lain yang dilakukan terhadap diri kita sendiri atau kebaikan atau keburukan orang. Namun sebagai anak-anak atau murid Tuhan Yesus kita harus tetap senantiasa berlaku baik, sopan menjauhkan diri dari permusuhan dan kebencian. Kita diajak untuk belajar seperti Tuhan Yesus Kristus yang tidak hanya mengasihi musuhnya namun juga berkorban untuk menyelamatkan orang-orang yang dikasihi, baik yang berbuat baik kepada kita atau jahat. “ Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.” (Roma 13:9b-10). Bila ada saudara yang berbuat salah, dosa dan jahat kita diajak untuk tidak membenci namun mengingatkan dan menegor dengan kasih: “ Apabila saudaramu berbuat dosa,tegorlah dia dibawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatkannya kembali.” (Matius 18:15) dengan penuh kasih dan tunduk dalam kasih dan tuntunan Tuhan Allah ( Matius 18:20) dengan terus mendamping dan mengingatkan bukan malah membenci atau mengucilkan agar mereka yang telah berdosa dan berbuat jahat dapat bertobat dan kembali kepada keselamat dalam Tuhan Yesus Kristus. “ Aku datang bukan untuk memanggil orang benar tetapi orang yang berdosa supaya mereka bertobat.” (Lukas 5:32).

“Saling menjaga berarti tidak membiarkan
Salah satupun menjadi yang terhilang.”

Pdt. Ima F. Simamora