EKAM JEJAK PENDETA-PENDETA YANG PERNAH MELAYANI DI GKI DELIMA



       1. Pdt. Tony Arwadi (1984 – 1999) 

 

 

Pada tahun 1966-1984 ia menjabat pendeta GKI Tasikmalaya serta ketua KGS.
Tahun 1967 sebagai wakil ketua BPMK Cirebon dan pendeta konsulen GKI Ciamis dan Banjar.

Sabtu 7 Juli 1984 merupakan hari yang sangat istimewa untuk GKI Delima. Pada hari itu, tepatnya dimulai pada pukul 18.00 WIB, dilaksanakan kebaktian khusus untuk tiga acara penting yang diaksanakan bersamaan. Pertama, Jemaat GKI Delima diresmikan menjadi Jemaat GKI Jabar yang ke-52. Kedua, Pdt. Tony Arwadi diteguhkan sebagai gembala jemaat untuk melayani di GKI Delima. Ketiga, Peneguhan 12 penatua untuk memimpin jemaat baru ini dalam kemajelisan GKI Delima.

Sebagai pendeta jemaat yang pertama di GKI Delima, tentunya ada banyak hal yang harus dilakukan agar gereja yang semula dibawah asuhan GKI Tomang Barat (sekarang GKI Kepa Duri) ini bukan saja telah berdiri sebagai gereja dewasa, namun GKI Delima juga bertumbuh baik secara kuantitas maupun kualitas. Ujung tombak dari upaya mewujudkan tujuan ini adalah dibentuknya tim pelawatan untuk mengintensifkan pemeliharan anggota. Selain itu dibentuklah komisi-komisi untuk melakukan pembinaan terhadap anggota jemaat sesuai dengan peruntukkan jenjangnya. Diantaranya: Komisi Wanita dan Remaja pada tahun 1984, 1985 Komisi Anak, 1986 Komisi Pemuda.

Pendeta Tony mengakhiri masa pelayanan aktifnya sebagai pendeta GKI dalam kebaktian emiritasi pada 8 Februari 1999. Selama aktif pengerja GKI Delima juga pernah menjabat anggota BPMK Jakbar I (1984-1988) dan Yayasan Perumahan Lydia. 

 

 

2. Pdt. Rasid Rachman  

Pdt. Rasid Rachman, lahir di Jakarta pada tanggal 2 Juni 1964, menamatkan pendidikan di STT Jakarta pada tahun 1984 untuk Sarjana Teologi (S.Th.) dan merampungkan  studi  dengan gelar Master Teologi (M.Th.) pada tahun 2000

Diteguhkan sebagai Tua-tua Khusus pada tahun 1992 dan ditahbiskan sebagai Pendeta pada tahun 1994 di GKI Delima.

Pelayanan di GKI Delima hingga tahun 1997. Kemudian menerima panggilan pelayanan di GKI Perumnas Tangerang hingga tahun 2008. Dan sampai dengan saati ini Pdt Rasid Rachman melayani sebagai Pendeta jemaat di GKI Surya Utama.

Pendeta yang hobinya jalan-jalan dan makan ini memiliki keahlian juga dalam bidang sejarah liturgi dan sejarah spiritualitas, serta pendidikan kristiani dan musik gereja.

 

 

 

 

 

 

3. Pdt. Meitha Sartika (1998 – sekarang)

Pendeta Sartika Th.M, lahir di Jakarta pada tanggal 16 Oktober 1963, sejak kecil ia dibesarkan sebagai anak tunggal dari Ibu Sylvia Intan Sriwidjaya. Ia menyelesaikan studi Teologi di STT Duta Wacana, Yogyakarta pada tahun 1987 dengan skripsi berjudul “Dimensi Eklesiologis dalam Injil Yohanes.” Setelah dua kali meraih gelar Master of Theology (Th. M. dalam bidang Teologi Biblika dan Teologi Sistematik)  di USA, beliau ditahbiskan sebagai pendeta GKI  sekaligus menjadi Pendeta Tugas Khusus untuk mengajar pada Fakultas Teologi Duta Wacana. Kebaktian tersebut diadakan pada tanggal 20 Juni 1994 di GKI Samanhudi, yang dilayani oleh Pdt. J. Loing. Sebelum studi lanjut dan menjadi dosen, Pdt. Meitha memegang jabatan Penatua Khusus di GKI Jawa Barat yang melayani di GKI Bungur Jakarta.

Operasi yang dialami ibunda tercinta, menyebabkan Meitha memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Keterlibatan pelayanan di GKI Delima dimulai saat proses pemanggilannya pada bulan Mei 1998.  setelah menempati pastori di jalan Delima III/15, pelayanannya semakin intensif meskipun masih diberi kesempatan untuk mengajar di STT Cipanas dalam bidang Teologi Sistematika. Lalu Pdt. Meitha Sartika resmi menjadi pendeta yang melayani di GKI Delima, tepatnya pada tanggal 28 September 1998, dalam  kebaktian peneguhan yang dilayani oleh Pdt. Andreas H. Simeon,  M.Th.

 

 

 

 

4.      Pdt. Nanang (1999 – 2007)

Pendeta Nanang merupakan pendeta ke-2 yang ditahbiskan di GKI Delima setelah Pdt. Rasid Rachman, tepatnya pada tanggal 29 April 2002. Ia merupakan anak ke-2 dari lima bersaudara dari pasangan  Alm.Tjasmitadinata dan Kasmawati, yang lahir di Cirebon 2 Desember 1969.

Sebelum memasuki sekolah teologi (STT Jakarta), ia pernah bekerja di beberapa perusahaan, diantaranya: sebagai staff di pabrik tekstil “KH-TEX” Bogor,  sebagai juru gambar di karoseri “Sparta” Cirebon, Kabag Teknisi Textite Processing “Medan Jaya”, Cimahi Bandung. Akhirnya setelah tekadnya bulat, ia memilih untuk berhenti bekerja dan memenuhi panggilan Tuhan. 

Setelah menyelesaikan studinya, ia memasuki Masa Orientasi (MO) di GKI Nurdin. Pada masa inilah, beliau bertemu dengan belahan jiwanya Pdt. Engeline Chandra dan akhirnya menikahi wanita tersebut di GKI Kepa Duri pada tanggal 30 September 1998 dan dikaruniai seorang putri yang diberi nama: Eirene Eukharisty Chandradinata.

 

Kiprah pelayanan beliau di GKI Delima dimulai ketika pada tanggal 1 Mei 1999 memasuki masa perkenalan (MP), yang kemudian diteguhkan ke dalam jabatan penatua Khusus (Pnt. K) pada tanggal 9 Juli 2000. Lalu penahbisan berlangsung pada tanggal 29 April 2002 dilayankan Pdt Kuntadi Sumadikarya. Saat ini Pdt Nanang melayani sebagai Pendeta GKI di GKI Mangga Besar.

 

 

5. Pdt. Daud Solichin (2008 – 2014)

Hamba Tuhan yang satu ini lahir di Bandung, 9 Oktober 1964 dari pasangan Yusuf Sutisna Solichin dan Susanti Solichin. Ia memiliki satu saudara perempuan bernama Eshter Indriati Solichin. 

Pdt. Daud Solichin menikah dengan Esther Sri Mariasi dan sudah dikarunia anak, yang pertama bernama Axel Yair Solichin dan kedua Ezra Ebzan Solichin yang sudah diipanggil Tuhan karena sakit.

Beliau ditahbiskan sebagai pendeta GKI SW Jabar dengan basis pelayanan di GKI Zaenal Zahse Sukabumi pada tanggal 22 November 1993. Setelah empat tahun melayani sebagai pendeta di gereja tersebut, beliau mutasi ke GKI Sunter, Jakarta dan diteguhkan pada tanggal 11 Agustus 1997.

Pada tahun 2008, Pdt. Daud Solichin dipanggil untuk menjadi pendeta di GKI Delima, dan diteguhkan pada tanggal 15 September 2008. Saat ini beliau sudah tidak melayani kita lagi, karena  mutasi ke GKI Kebon Jati, Bandung per 1 April 2014.

 

 

 

 

PENDETA TUGAS KHUSUS DENGAN JEMAAT BASIS GKI DELIMA


 

1.      Pdt. Junus N. Atmarumeksa (1991 - 2001)

Pdt. Junus dilahirkan di Semarang, 29 Maret 1936. Beliau berasal dari keluarga bukan Kristen, mengenal Kristus melalui sekolah minggu dilanjutkan di SMP dan SMA Masehi di Semarang. Dibaptis di GKI Karangsaru, Semarang pada tahun 1953. Pdt. Junus menikah dengan Prof. Dr. drg. Arlia Budiyanti, SU pada tanggal 2 September 1973 di gereja I’Eglise Re’formie de Belleville, Paris. Psangan ini dikarunia dua anak, yaitu Newin dan Kristi Natalia.

Pendidikan yang pernah ditempuh diantaranya: Fakultas kedokteran Airlangga (1955-1960), di Calvin College, Grand Rapids, Michigan pada tahun 1962-1965 untuk gelar BA dan tahun 1965-1968 untuk gelar B.D di Calvin Seminary di kota yang sama. Beliau ditahbiskan sebagai pendeta di GKI Residen Sudirman, Surabaya pada tanggal 9 Desember 1971, sebagai pendeta dengan tugas khusus. Gelar Doctor of Pastoral Sudies diperoleh dari The South East Asia Graduate School of Theology pada tahun 1988. 

Pada tanggal 25 Februari 1991, Pdt. Junus diteguhkan sebagai pendeta Kategorial dalam rangka kerjasama GKI JABAR dan GKI JATIM dengan GKI Delima sebagai gereja tumpuannya. Sebagai pendeta yang tempat tinggalnya bersebelahan dengan GKI Delima, beliau termasuk tokoh yang turut berperan aktif membidani lahirnya GKI Tomang Barat (sekarang GKI Kepa Duri), sedangkan persekutuan yang ditinggalkan berlanjut menjadi GKI Delima yang sekarang ini.

Kesibukan pelayanannya seperti siaran lebih dari 70 stasiun  radio, menerbitkan buku renungan harian Wasiat dan melayani Kursus Alkitab Tertulis memang membuat porsi pelayanan di GKI Delima menjadi berkurang. Apalagi setelah tempat tinggalnya pindah ke Green Garden pada Agustus 1989.  

Pdt. Junus mengakhiri masa pelayanan aktifnya sebagai pendeta pada tanggal 10 Desember 2001 dalam kebaktian emiritasi yang dilayani oleh Pdt. Jahja Sunarja M.Th di GKI Delima.

 

2.      Pdt. Cucu Rustandi (2008 – sekarang)

Hamba Tuhan kelahiran Cianjur, 13 Juni 1958 ini  ditahbiskan sebagai pendeta GKI SW Jabar dengan basis pelayanan di GKI Banjar pada tanggal 27 Agustus 1987. Setelah melayani di sana selama 14 tahun, beliau dipanggil sebagai pendeta tugas khusus (PTK) SW Jabar. Pdt. Cucu diteguhkan sebagai PTK SW JABAR dengan basis pelayanan di GKI Delima pada tanggal: 27 Januari 2008 dalam kebaktian peneguhan yang dilayani oleh Pdt. Kuntadi Sumadikarya, MTh di Aula SMAK 1, BPK Penabur, Tanjung Duren.

Memang tidak banyak yang bisa dikerjakan oleh Pdt. Cucu di GKI Delima sebagai jemaat tumpuannya. Meskipun menurut tata laksana GKI, bisa masuk dalam struktural MJ. Pekerjaan yang menumpuk untuk diselesaikan membuat Pdt. Cucu tidak bisa aktif banyak khususnya di kemajelisan GKI Delima.

Namun demikian sumbangan pemikiran dan permenungannya atas realita kehidupan yang banyak dituangkannya dalan renungan Warta Jemaat GKI sejak tahun 2008, tidak bisa dianggap sepele. Analisa yang tajam terhadap fakta yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, dengan kacamata seorang gembala memberikan banyak wawasan bagi jemaat di GKI Delima serta menggugah rasa kepedulian dan tanggungjawab iman sebagai umat Tuhan.