Bencana Bukan Dosa
Dalam pembacaan kita ada kisah tragis dimana dilaporkan bahwa ada orang-orang Galilea yang dibunuh oleh Pilatus. Orang-orang Galilea yang sedang mempersembahkan korban dan yang sedang beribadah dipenggal oleh para pasukan Galilea di Bait Suci. Hal ini sangat mengagetkan orang-orang Yahudi dan Galilea.
Pada waktu itu, orang-orang Yahudi meyakini bahwa orang yang mengalami kecelakaan atau hal disebabkan oleh dosa-dosa yang dilakukan.
Dalam hal ini Yesus menolak dengan tegas, bahwa apa yang dialami oleh orang-orang Galilea bukan karena dosa mereka, bahkan banyak orang yang lebih berdosa dari orang Galilea yang hidupnya baik-baik saja. Maksudnya Tuhan Yesus bahwa malapetaka dan bencana tidak tergantung dari dosa-dosa mereka.
Pemikiran dan perilaku yang diterapkan oleh orang Yahudi inilah yang kemudian ditagaskan oleh Tuhan Yesus bahwa mereka harus sungguh-sungguh bertobat dari kesesatan pemikiran dan perilaku mereka. Dimana perilaku yang tidak menampilkan rasa empati dan cenderung merasa menghakimi dan merasa paling benar.
Oleh karena itu diperlukan pertobatan yang sungguh-sungguh dihidupi dalam kehidupan keseharian. Pertobatan yang lahir dari keyakinan bahwa kita ini adalah orang-orang berdosa yang dibaharui dan dihapuskan dosanya oleh Tuhan Yesus.
Pada minggu ini kira diingatkan untuk pertobatan dimana kita tidak hanya sibuk dengan melihat dan menghakimi orang lain: bencana, penderitaan sebagai orang berdosa. Pada sisi lain kita juga tidak sibuk untuk pembenaran diri sendiri. Melainkan kita memakai kesempatan yang Tuhan pakai dengan pertobatan yang menghasilkan buah-buah pertobatan. Dalam menjaga kehidupan keseharian untuk mengerjakan kebenaran, kebaikan, dan pelayanan. Sola Gracia
Pdt. Ima F. S