Seorang pemenang permainan kartu seperti main kartu remi adalah orang yang paling dulu habis kartu ditangannya sesuai dengan aturan kemenangan. Namun orang yang menyimpan banyak kartu dia jadi yang kalah. Terkadang bisa jadi menyimpan kartu dengan corak tertentu supaya lawan tidak bisa menang tapi kartu kita banyak. Di dalam hidup kita, kita bisa terjebak untuk menyimpan dan memegang terus kesalahan-kesalahan orang lain, peristiwa yang tidak melukai. Hal ini dapat merusak suasana hati dan pikiran kita sehingga kita tidak menjadi tenang, damai bahkan sukacita. Hidup menjadi tidak tenang, semangat tidak ada, bahkan tenagapun jadi lemah dan membuat kita sakit. Apa yang harus kita lakukan untuk merasakan sukacita dan damai sejahtera? Lepaskan semua keberdosaan dan pengalaman pahit dari orang lain atau diri kita sendiri.

Damai sejahtera menjadi bagian yang penting bagi Yesus untuk dinyatakan dalam hidup murid-murid dimana murid-murid dalam kondisi sangat berduka, lemah dan kehilangan semangat. Oleh karena itu Tuhan Yesus membuka pertemuan dengan para murid dengan salam: “Damai Sejahtera Bagimu”. Tuhan Yesus sudah ada bersama dengan mereka, berdiri bersama muridmurid. Tuhan Yesus menghampiri para murid dan para murid menyadari kehadiran Tuhan Yesus dan bersukacita karena sungguh terbukti bahwa Tuhan Yesus kembali hadir ditengah-tengah mereka.

Damai sejahtera merupakah bagian dari anugerah yang kita rasakan. Damai sejahtera sangat diharapkan dalam kehidupan manusia. Damai sejahtera akan terasa dan hidup bila kita mengalami pemulihan dalam hubungan kita dangan Tuhan, sesama dan diri sendiri. Saat dimana kita bersedia melepaskan keberdosaan kita, orang lain. Amin. Sola Gracia.

- Pdt. Ima F. Simamora -