Hidup seorang pelayan sering kali menjadi perhatian. Tingkah laku dan tutur kata sangat diperhatikan namun sering kali juga orang cuek saja tidak peduli yang penting apa yang dipesan datang. Pelayan juga seringkali jadi pihak yang sangat mudah dimarah-marahi jika ada sesuatu yang kurang pas dan salah tanpa orang peduli apa sedang lelah atau ada masalah. Namun seorang pelayanan yang baik tidak menaruh harapan dan masa depannya sekedar pada respon orang yang bisa memuja atau memaki, bisa menerima atau menolak namun kepada sang pemilik usaha.

Dalam pembacaan kita ada beberapa kisah Kisah Rencana Pembunuhan Tuhan Yesus; Yesus Diurapi; Yudah Menghianati Yesus; Yesus Makan Paskah dengan Murid-murid-Nya. Dari kisah-kisah in kita bisa melihat bahwa :
1. Didalam hidup ini selalu ada dinamika Pujian dan Penolakan; Kegembiraan dan Kesedihan.
2. Manusia bisa memberikan respon apapun; memuja, memuji, menolak, menghianati.
3. Dari sikap Tuhan Yesus kita belajar untuk bersikap: konsisten, menguasai diri; berserah kepada Allah Bapa. 

Memang menjadi murid Tuhan Yesus tidaklah mudah, melayani Tuhan Yesus juga tidak selau mudah dan tidak selalu sakit namun yang paling sulit adalah menjaga hati dan pikiran kita agar tidak dikuasai oleh Pujian atau keterlukaan. Oleh karena itu marilah kita terus menjaga hati dengan baik, terhubunglah dengan intens dengan Tuhan Yesus dan terus rendah hati untuk belajar. Amin.

Pdt. Ima F. Simamora