Didalam sejarah gereja ada saat dimana gereja “jatuh” dalam kepentingan pemerintah Romawi dan kenyamanan materi sehingga gereja dengan kesadarannya menjual pengampunan dosa yang dilakukan Tuhan Yesus dengan kertas pengampunan dosa sebagai pernyataan bahwa dosa sudah diampuni. Pada masa itulah bangkitnya Gerakan reformasi dengan tujuan salah satunya mengembalikan kembali hakekat keselamatan dan pengampunan dosa hanya didalam Allah Bapa-Yesus Kristus dan Roh Kudus. Gema reformasi gereja dengan prinsip karya keselamatan atau dikenal Lima (5) Sola:

  1. Sola Scriptura: hanya alkitab yang menjadi dasar hidup dan ajaran kekristenan.
  2. Sola Christus: keselamatan hanya didalam Yesus Kristus.
  3. Sola Gloria: Kemulian hanya bagi Allah saja.
  4. Sola Fide: Hanya karena Iman manusia dibenarkan.
  5. Sola Gracia: Keselamatan hanya karena anugerah dari Allah saja.

Seruan Reformasi ini menjadi landasan prinsip didalam kehidupan iman kita sehari-hari termasuk juga dalam proses pertobatan yang kita lakukan. Pertobatan (Yun: Metanoia) yang bermakna perubahan pikiran dan sikap hidup yang berpaling dari tindakan-tindakan yang melawan Firman Tuhan. Pertobatan yang bukan sekedar kata-kata atau pengakuan saja namun sungguh-sungguh dilakukan dengan sepenuh hati, jiwa dan kehidupan keseharian. Pertobatan yang mau kembali dan tidak berulang-ulang kali melakukannya apalagi dengan pemikiran bahwa : “pasti Allah akan menyelamatkan” karena hal ini adalah sikap mempermainkan Tuhan Allah. Namun sikap yang bertobat dengan kesungguhan hati dan melakukan Firman Allah serta prinsip-prinsip nilai kekeristenan menjadi sukacita yang besar. Sukacita yang mendatangkan anugerah Ilahi dan keseharian. Amin. Sola Gracia

 

  

Pdt. Ima F. Simamora