Seorang supir taksi ditanya oleh penumpangnya: ” pak sudah berapa lama jadi supir taksi?, tukang taksi menjawab: ” 20 tahun de”, waghh lama juga ya pak, kok bisa lama begitu pak tanya penumpangnya. Jawab supir taksi: “ jadi supir taksi itu kerjanya bukan hanya nyetir tapi mengantarkan dan mempertemukan: mempertemukan suami dengan isterinya, mempertemukan orang tua dengan anaknya, nenek dengan cucunya, pasien dengan dokternya, murid dengan gurunya. Jadi supir itu sangat menyenangkan. Penumpang itupun terkesima dengan jawaban supir taksi ini. Supir taksi itu memberikan nilai pada pekerjaannya yang dilakukan oleh dirinya dengan makna yang sangat baik menjadikan dirinya bukan hanya seorang sopir tetapi mempertemukan seorang dengan orang lain.
Didalam kehidupan gereja dalam ibadah mingguan kita memiliki tujuan adalah mempertemukan umat dengan Tuhan Allah. Mengapa hal ini menjadi tujuan? Karena dalam pertemuan dengan Tuhan Allah maka umat akan merasakan kasih, anugerah, dan pembaharuan hidup. Dengan merasakan bertemu dengan Tuhan Allah maka umat kembali diingatkan akan karya keselamatan bagi kehidupan dan ikut serta untuk menghadirkan karya keselamatan bagi kehidupan. Hal ini sangat mungkin dirasakan dan dilakukan ketika umat merasakan perjumpaan dalam kasih-Nya. Ketika kita bernyanyi, berdoa, bersalaman, mendengarkan firman Tuhan dan menerima berkat semua adalah media bertemu dengan cinta kasih-Nya. Cinta kasih yang membaharui dan memampukan umat untuk membaharui kehidupan dan menghadirkan keselamatan bagi kehidupan di dunia. Merasakan perjumpaan dan menjadi jembatan perjumpaan antara sesama dan Tuhan Allah menjadi panggilan kita.
Menjadi jembatan perjumpaan umat dengan Tuhan Allah bagi dunia menjadi panggilan dari Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis diutus oleh Tuhan Allah untuk mempersiapkan jalan bagi hadirnya Tuhan Yesus Kristus bagi kehidupan. Yohanes mengajarkan dan membawa banyak orang Israel kepada perjumpaan akan kasih Tuhan Allah dengan pertobatan dan melakukan kebenaran bagi Tuhan Allah dengan sungguhsungguh. Yohanes Pembaptis menyadari bahwa dirinya hanyalah menjadi alat Tuhan Allah yang mempersiapkan jalan mempertemukan umatNya dengan Sang Penyelamat. Sang Penyelamat yaitu Tuhan Yesus Kristus yang akan lahir dan menyelamatkan umatnya didalam cinta kasih yang tak terbatas.
Di minggu Adven ke-2 ini setiap kita juga diingatkan pada panggilan kita yaitu menjadi jembatan untuk mempertemukan sekaligus mempersiapkan jalan bagi setiap orang dan makluk hidup merasakan cinta kasih dan keselamatan bagi kehidupan di dunia. Seperti Yohanes Pembabtis yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan Yesus dan seluruh umat di dunia. Oleh karena itu marilah dalam ibadah kita dan keseharian kita menjadi kesempatan kita untuk merasakan perjumpaan dengan Cinta kasih Tuhan Yesus dan menjadi jembatan pertemuan antara cinta kasih Tuhan Yesus dengan kehidupan dengan berbagi kasih, kehangatan dan berkat-berkat. Amin. Sola Gracia.
- Pdt. Ima F. Simamora -