Ketika ada kasus atau kejadian orang suka bertanya: “ mana saksinya?”. Seorang saksi ternyata sangat penting posisinya dalam kasus atau kejadian dimana saksi bertugas dan diharapkan mengungkapkan dalam cerita kejadian yang sebenar-benarnya. Namun tidak semua orang yang bersedia menjadi saksi. Banyak orang malah menghindar dengan pergi ketika aparat hadir atau menolak dengan berkata: “saya tidak tahu; saya tidak disana, wah kurang tahu nih”. Bisa jadi karena tanggungjawab seorang saksi tidak ringan dimana saksi bisa jadi dibenci oleh pelaku atau orang yang bersalah.

Didalam pembacaan kita dituliskan: “ Kamu adalah saksi dari semua ini (Lukas 24:48). Tuhan Yesus menyatakan bahwa para murid adalah saksi akan semua kejadian saat mereka hidup bersama Tuhan Yesus dalam keseharian mereka terlebih khusus dalam peristiwa penderitaan, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus ( Salib). Peristiwa yang sangat menyerikan yang dialami para murud tersebut menjadi peristiwa yang membawa pada pertobatan dan pengampunan dosa. Peristiwa inilah yang harus dipersaksikan oleh para murid. Dipersaksikan bukan hanya dalam sesekali tindakan dalam hidup para murid namun dalam keseharian sehingga banyak orang akan percaya Yesus itu TUHAN dan meengalami keselamatan.

Sebagai murid-murid Tuhan Yesus kita diberi status sebagai saksi-saksi yang hidup tentang Tuhan Yesus yang berkarya dalam kehidupan kita. kita memang tidak melihat secara langsung namun kita mengalami secara langsung bagaimana Tuhan Yesus berkarya dalam menghadirkan keselamatan, anugerah, pertolongan dan mendidik kita. kita mengalami bagaimana dalam hidup kita karya Tuhan Yesuslah yang sesungguhnya menyelamatkan.

Menyelamatkan dalam keterpurukan kita saat gagal, saat sedih, saat lelah dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan. Bagaimana Tuhan Yesus menyelamatkan dalam perjalanan, menarik dalam peristiwa-peristiwa kenakalan kita dan memulihkan. Jika kita bayangkan apakah kita mampu sendiri? Pasti tidak mampu ada Roh Kudus yang menjaga kita ada keuatan dalam Tuhan Yesus yang memulihkan. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk kita tidak mau menjadi saksi-Nya.

Memang menjadi saksi bukanlah hal yang mudah bisa berat dan beresiko. Jika kita hanya mengandalkan diri kita sendiri tentu gagal bukan hanya berat. Jika kita bersaksi hanya untuk sekedarnya saja ya,, tentu tidak berdampak hadirnya keselamatan dan pembaharuan. Namun kita bersaksi melalui keseharian kita bagaimana pengalaman bersama Tuhan Yesus memulihkan hidup kita. Nagh sekarang waktunya kita menjadi saksi akan karya Tuhan Yesus memulihkan kehidupan. Amin

 

Pdt. Ima F. Simamora