Lukas 10:1-11, 16-20
Seorang Duta atau utusan memiliki tugas yang besar dan penting. Ia menjadi perwakilan dari pengutusnya untuk menjalankan tugas-tugas yang diberikan dan menjaga nama baik. Mencerminkan nilai-nilai dan budaya dari yang mengutus. Ketika Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk mewartakan injil atau damai sejahtera maka murid-murid menjadi cermin akan Tuhan Yesus.

Domba di Tengah Serigala
Tugas murid yang diutus ini adalah menyampaikan damai sejahtera di setiap rumah yang dikunjungi dan mengatakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Pada saat itu, masih banyak orang yang belum percaya, bahkan banyak nabi-nabi palsu, sehingga kondisi mereka seperti: "anak domba di tengah serigala." Hidup para utusan ini tidak nyaman apalagi mapan. Namun inilah tanggung jawab dari utusan Tuhan Yesus Kristus. Oleh karena itu Tuhan Yesus mengutus para murid untuk berjalan berdua-dua dimana mereka bisa saling meneguhkan dan melindungi. Sisi yang lain para murid yang diutus ini tidak membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut dan tidak boleh memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.

Allah Memelihara dan Melindungi!
Sepertinya apa yang diperintahkan Tuhan Yesus agar murid-murid tidak membawa pundi-pundi, kasut dan makanan serta tidak memberi salam kepada orang-orang ditengah perjalanan menjadi aneh. Diutus tapi tidak diberi bekal! Tuhan Yesus hendak meneguhkan murid-murid berkaitan dengan kuasa dan anugerah pemeliharaan yang datangnya dari Tuhan Allah. Para utusan akan selalu dipelihara dan dijaga oleh Tuhan Allah senantiasa asalkan mereka setia dan tidak menjadi nabi palsu dalam menjalankan tugas perutusannya. AminĀ 

Pdt. Ima F. Simamora