Berapa jam sehari menggunakan gadget Anda? Berapa banyak informasi yang kita dapatkan dari media sosial? Berapa banyak informasi tersebut mempengaruhi pola pikir, sikap dan tindakan kita? Seringkali kita tidak menyadari ada begitu banyak informasi yang kita serap dari sekitar kita ternyata bisa membuat kita tidak peka mendengarkan suara Tuhan. Dengan kata lain, arus informasi itu sangat mempengaruhi kehidupan iman dan spiritualitas kita. Ingatlah bahwa mendengar suara Tuhan dan melakukannya merupakan kunci pertumbuhan iman.
Dalam pengajarannya Yesus memberikan gambaran realita kehidupan yang bisa dialami para pengikut-Nya dan membuat mengabaikan suara Tuhan. Mereka bisa menjadi miskin, lapar, sedih, dibenci, dikucilkan, dicela, dan ditolak (ay. 20-22). Itulah harga yang mereka harus bayar karena komitmen mereka untuk mengikuti Yesus. Kepada orangorang semacam inilah, Yesus menjanjikan Kerajaan Allah dan berkat-berkat, termasuk kecukupan makanan, sukacita, dan upah besar di surga(ay.23). Yesus sendiri memilih kemiskinan, kelaparan, kesedihan, dan penolakan supaya Ia menjadi Juruselamat dunia dengan mati di kayu salib. Maka orang yang mengikut Dia seharusnya mengikuti pula jalanNya. Tetap fokus dan tidak mudah goyah dengan berbagai kesulitan maupun godaan dunia.
Sebagai orang yang telah mengikut Kristus, kita pun sesungguhnya dipanggil untuk ikut serta dan meneruskan pengajaran dan karya Yesus seperti para rasul Kristus. Jangan terus menerus berorientasi hanya kepada kepentingan diri sendiri. Perluas pandangan pada dunia di sekitar kita, lalu layani mereka. Walaupun harus bayar harga dengan kekecewaan, penolakan bahkan pengorbanan, percayalah bahwa Tuhan tahu yang kita kerjakan dengan kesungguhan dan ketulusan.
Bila kita memilih mengikut Yesus, tentu ada harga yang harus dibayar. Namun ingatlah bahwa ada upah yang menanti kita. Percayalah bahwa mengikut Yesus jelas jauh lebih baik daripada apapun yang ditawarkan dunia ini, berapapun harga yang harus kita bayar. Tuhan memberkati kita senantiasa.
Pdt. Adi Cahyono