Puji-pujian kepada Tuhan menjadi ungkapan syukur yang indah dan mudah dilakukan ketika kita merasakan berkat-berkatNya yang melimpah. Diantaranya saat mendapatkan bonus karena target pekerjaan tercapai, ketika lulus sekolah atau kuliah dengan nilai yang baik, dsb. Namun, bagaimana kita tetap bisa memuji Tuhan saat tertimpa bencana/musibah, saat kehilangan orang terkasih atau sedang merasakan insecure (baca: terancam dan ketakutan)? Melalui pembacaan firman Tuhan dan tema ibadah hari ini kita diajak untuk terus memuji Tuhan, khususnya ketika dalam keadaan tertekan atau insecure bahkan saat terancam jiwa/nyawanya.

Dalam Mazmur 34 ini, di ayat pertama dituliskan konteksnya adalah ketika Daud berpura-pura gila di depan Abimelekh. Dalam 1 Samuel 21:10-15, dijelaskan bahwa Saul berusaha membunuh Daud sehingga ia harus melarikan diri ke Gat. Namun kehadirannya di Gat pun diketahui oleh Raja Gat, yaitu Akhis (nama sesungguhnya) atau Abimelekh (jabatannya, yang artinya ayah dari raja). Lengkap sudah kesulitan yang dihadapi Daud: lari dari Saul yang berusaha membunuhnya, berpisah dari Yonatan-sahabat karibnya, dan berjumpa dengan Akhis yang membenci Daud karena telah membunuh Goliat. Karena itu tidak heran jika Daud merasa gentar, malu, tertindas dan sesak. Ia merasa terjepit, dan tidak ada seorangpun yang dapat diandalkan, selain Tuhan Allahnya. Dalam situasi seperti itulah, Daud berseru kepada Tuhan melalui puji-pujian.

Ketika Daud tertekan dan terancam, bukannya mengecam Tuhan atas kesusahan hidupnya, namun Daud justru berseru dan memuji Tuhan (ay.2-3). Daud merespons penderitaan dengan pujian lalu ia mengalami kebaikan Tuhan dalam penderitaannya. Setelah mengalami kebaikan Tuhan, hati Daud tidak hanya dipenuhi oleh syukur dan pujian kepada Allah. Berdasarkan pengalamannya itu Daud mengajak segenap umat untuk memuliakan nama Tuhan (ay.4), supaya dipenuhi dengan sukacita dan kebahagiaan. Demikianlah Daud menyaksikan kasih Tuhan yang ia alami terutama saat sulit dan tertekan.

Kiranya ini menjadi prinsip rohani bagi kita bahwa dalam keadaan apapun kita terus memuji Tuhan agar terus dekat dengan Tuhan dan mengalami kasihNya. Marilah dalam segala waktu kita menaikkan pujian kepada Tuhan bukan hanya ketika kita bersukacita, tetapi khususnya di saat menderita atau mengalami insecure karena berbagai situasi keadaan dalam kehidupan. Lagu pujian apa yang Anda sering nyanyikan untuk menggambarkan kehadiran dan karya Tuhan? Percayalah dan nyanyikanlah dengan sepenuh hati, meski dalam keadaan atau situasi yang tidak mudah. Maka Anda akan mengalami karya Allah yang indah. Soli Deo Gloria.

 

 

Pdt. Adi Cahyono