Seorang petani menggendong anak domba hendak membawanya ke rumah. Tanpa disadari pak petani ada tiga penjahat yang mengamatinya hendak mengambil anak domba itu. Maka ketiga penjahat ini menemui pak petani dijalan,

Penjahat pertama berkata: "wah apa yang terjadi dengan pak petani ini membawa anak anjing berjalan-jalan." Pak petani ini menjawab;" saya sedang menggendong anak domba bukan anak anjing."Diperjalanan selanjutnya penjahat lainnya berkata: " lihh pak petani mengapa kamu menggendong anak anjing, bukankah anjing haram?. Pak petani itu menjawab: Apa engkau tidak bisa membedakan anjing dan domba, ini anak domba bukan anjing!. Didalam perjalanan pak petani ini berpikir apakah benar yang dirinya gendong adalah anak domba?. Diperjalanan selanjutnya pak petani bertemu penjahat ke tiga, penjahat berkata: " hi pak petani engkau memberi contoh yang buruk dengan menggendong anak anjing kemana- mana? Pak petani menjadi ragu dan meninggalkan anak domba itu ditengah jalan. Maka senanglah ketiga penjahat itu.

Sebagai manusia kita bisa tahan terhadap ujian-ujian atau pencobaan namun bila ujian atau pencobaan itu terus menerus mendesak kita apakah kita akan tahan atau kita mulai ragu dan akhirnya mengikuti kata-kata rayuan dan kita akhimya jatuh ke dalam pencobaan. 

Pencobaan dalam hidup adalah hal yang pasti terjadi karena kita hidup bukan hanya ada Tuhan dan kita namun ada Roh Jahat yaitu Iblis yang senantiasa terus mengamati dan menunggu waktu yang tepat untuk menggoda.

Pencobaa Iblis dilakukan untuk menjatuhkan Tuhan Yesus, begitu juga dalam hidup kita. Pencobaan Iblis bertujuan untuk menjatuhkan hakekat Tuhan Yesus sebagai juru selamat dalam hidup kita, membuat kita jauh dari Tuhan Yesus bahkan tidak percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat. Apa yang harus kita lakukan? Belajarlah kepada Yesus.

Yesus mengalami pencobaan dari Iblis ditengah kondisi sangat haus dan lapar karena puasa 40 hari. Yesus dibawa Iblis ke padang gurun. Padang gurun tempat yang sepi, sunyi dan gersang. Iblis mengambil kesempatan ini dan mencobai Yesus dengan 3 godaan yaitu:

1. Godaan mengubah batu menjadi roti; Yesus tetap berpegang pada Firman Allah atau menggunakan kuasa yang ada pada-Nya sesuka hatinya untuk dipamerkan.

2. Yesus sebagai anak Allah diminta terjun dari tempat tinggi untuk membuktikan kehadiran Allah Bapa dan menunjukkan bukti bahwa Allah Bapa mengasihi-Nya.

3. Iblis meminta Yesus menyembah dengan upah semua kerajaan dunia dan kemegahannya akan diserahkan kepada Yesus. Iblis menipu Yesus. Namun Yesus tidak tertipu oleh Iblis, Yesus paham benar hakekat dirinya dan dasar nilai kebenaran dalam hidup Yesus.

Yesus sudah melewati cobaan-cobaan Iblis dan MENANG. Dalam kemenangan Yesus, Yesus menempatkan Iblis berada dibawah kuasa Yesus. Lalu bagaimana dengan kita? Sebagai pengikut Yesus tidak ada jalan lain kecuali kita menempatkan diri berada dibawah kuasa Yesus dan teguh belajar dan setia mengikuti Yesus. Cobaan bisa menggoda kita namun bila kita teguh melekat pada Yesus maka Roh Kudus akan memimpin kita untuk merespon setiap godaan yang ada dan dikerjaan Iblis dalam hidup ini. Sola Gracia

- Pdt. Ima F. Simamora -