Dalam pembacaan Injil hari ini dicatatkan peristiwa penyembuhan yang cukup populer yang dilakukan oleh Yesus di suatu tempat yang bernama Gerasa. Saking terkenalnya kisah tersebut ketika mendengar kata Gerasa, maka kita auto mengingat bahwa itu adalah kota penuh setan. Padahal sebenarnya peristiwa Yesus mengusir setan yang berpindah ke babi-babi itu merupakan bukti bahwa Yesus lebih berkuasa atas segala setan maupun iblis jenis apapun dalam jumlah berapapun.
Peristiwa di Gerasa pada saat itu mengisahkan bentuk perbuatan setan yang menghancurkan harkat, martabat, dan nilai manusia bahkan yang ada dalam dirinya hanyalah aib, dan keterasingan dari kesempatan hidup. Namun Ketika Yesus datang dan membebaskan orang tersebut dari kuasa setan terjadi perubahan total dalam diri orang tersebut. Dari telanjang menjadi berpakaian, dari kerasukan menjadi waras, dari tidak mengenal siapa Yesus menjadi pengikut dan menyaksikan tentang Yesus. Yesus membebaskannya dari belenggu kuasa setan, memulihkan secara total dan menjadikan hidupnya berarti. Keselamatan dari Kristus tidak hanya mengubahnya secara total, tetapi juga memotivasinya untuk mempertanggung-jawabkan perubahan tersebut.
Berbagai bentuk sepak terjang setan masih terus bergulir hingga hari ini dan sampai akhir zaman nanti. Iblis juga selalu jeli melihat kelemahan manusia dan tidak sedetik pun melepaskan kesempatan menjerumuskan manusia ke dalam perangkapnya untuk jatuh dalam dosa. Seseorang yang telah masuk perangkap Iblis, tidak akan dilepaskan begitu saja. Hanya Yesus yang dapat melepaskan dia dari perangkap Iblis. Bila kita menyerahkan kehidupan kita sepenuhnya kepada Dia, maka sebanyak atau sebesar apapun kuasa setan dapat ditaklukannya dan dapat dipulihkan oleh-Nya. Kuasa-Nya lebih besar daripada kuasa Iblis.
Salah satu radio siaran Kristen di kota Solo, memakai nama Gerasa untuk suatu program acara yang isinya untuk mendoakan umat yang sakit atau sedang bergumul dengan masalah hidupnya. Gerasa merupakan kepanjangan dari Gerakan Kuasa Allah. Tak ada seorang pun yang dapat menikmati kebahagiaan bila berada di bawah pengaruh kuasa setan. Hanya Yesus yang sanggup memperbaharui secara total. Dan seorang yang sudah mengalami pembaharuan total, akan memiliki tanggung jawab Injil terhadap sesamanya. Imanuel.
Pdt. Adi Cahyono