Seorang raja digambarkan sebagai sosok yang hebat, berwibawa, punya kuasa dan sangat kaya raya seperti rajaraja umumnya. Tinggal di Istana yang megah dan mewah, punya pengawasan yang sangat berlapis dan luar biasa. Gambaran seorang raja saja sudah sangat istimewa apalagi gambaran dengan seorang Mesias. Seorang Mesias diidentikan dengan kuasa yang sangat ilahi.
Kata Mesias (bahasa Ibrani: bahasa; māšîaḥ. translit, מָ שִׁ יח ַ yunani: μεσσίας, messías) berarti "Yang Diurapi".Sebutan Mesias berakar dari pengertian Yahudi mengenai seorang tokoh pada masa depan yang akan datang sebagai "wakil TUHAN" untuk membawa keselamatan bagi umat Yahudi. Di dalam bahasa Yunani, kata Mesias diterjemahkan sebagai Kristos atau Kristus.
Image Mesias sangat ilahi itulah yang sangat memungkinkan orang-orang Yahudi terjebak pada kehebatan dan keluarbiasaan Mesias. Seorang Mesias diharapkan akan menyelamatkan orang-orang Yahudi dengan cara yang spektakuler sekali. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan gambaran Mesias yang hadir dalam diri Tuhan Yesus Kristus yang menghadirkan figur sangat sederhana, hangat dan manusia biasa. Sehingga muncul ketidakpercayaan kepada Yesus sebagai Sang Mesias. Ketidakpercayaan itu digambarkan dalam sikap yang mengejek, mengolok-olok, membuang undi, bahkan penjahatpun mengolok Yesus. Namun diantara orang banyak saat itu ada seorang penjahat disebelah kanan Tuhan Yesus dimana penjahat ini memiliki sikap yang takut, hormat dan tunduk bahkan meminta belas kasih kepada Yesus. Si Penjahat sebelah kanan ini digambarkan menegor penjahat lain dan yang menarik adalah memanggil Yesus dengan sebutan Allah. “ Tidakah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?. Dan akhirnya penjahat disebalah kanan Yesus inilah yang mendapatkan keselamatan dan pengampunan dosa dari Tuhan Yesus.
Dalam pembacaan kita yang menggambarkan Tuhan Yesus sebagai rajaMesias mengingatkan kita kepada identitas Tuhan Yesus sebagai Sang Mesias sekaligus raja. Mesias yang sederhana dan merendahkan diri. Mesias Sang penyelamat dalam kehangatan cinta kasihnya. Mesias yang mengampuni dosa tanpa memperhitungkan keberdosaan manusia. Namun perlu kita ingat bahwa sikap kita terhadap Tuhan Yesus juga menentukan apakah kita layak untuk menerima keselamatan dan pengampunan dosa dari Sang Mesias atau jadi orang hukuman. Sikap setia, hormat dan sungguh-sungguh menghidupi dalam keseharian kita akan membawa kita kepada keselamatan dan pengampunan dosa saat ini dan nanti. Ingatlah bahwa Yesus adalah Sang Mesias hanya Yesuslah Tuhan dan Mesias Sang Penyelamat kita tidak ada yang lain. Amin.
-Solagracia-
Pdt. Ima F. Simamora