Hidup beriman setiap anggota keluarga Kristen sesungguhnya tidak lepas dari panggilannya sebagai orang percaya. Dalam penghayatannya sebagai hamba Kristus, setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi hamba yang melayani dalam berbagai aspek kehidupannya, termasuk dalam keluarga. Sebagaimana diajarkan Yesus dalam bacaan Injil hari ini.
Dalam perumpamaan tentang tuan dan hamba ini, Yesus memberikan pengajaran tentang perasaan dan sikap hamba, bukan sikap tuan kepada hambanya. Seorang hamba pada masa itu hanya diberi makan dan tidak diberi upah, karena dia sudah ditebus dan hidupnya sepenuhnya milik sang tuan. Seorang hamba menyadari bahwa ia hanya melakukan kewajibannya dan tidak berhak meminta upah ataupun sekedar tanda terima kasih (ay.9). Seorang hamba yang sadar bahwa dirinya adalah hamba yang melayani tuannya maka ia akan menyerahkan dirinya dan melakukan tugas-tugasnya dengan sepenuh hati meskipun tidak mendapat apresiasi (ay.10).
Dengan pengajaran ini Yesus menunjukkan bahwa orang yang sungguh beriman semestinya memiliki hati seorang hamba yang memiliki kesungguhan hati dan ketulusan dalam melayani Tuhan yang adalah Sang penebus kita. Walaupun dalam pelayanan yang dilakukannya itu tidak mudah, bahkan penuh dengan kesulitan dan penderitaan.
Bersyukur pada hari ini Minggu, 02 Oktober 2022, kita sebagai gereja kembali memperingati dan merayakan Perjamuan Kudus Sedunia. Untuk menggenapi rencana Allah bagi umat-Nya, Yesus hadir ke dunia sebagai seorang hamba yang taat dan memberikan pengorbanan yang terbaik dengan memberikan tubuh dan darah-Nya bahkan nyawa-Nya demi keselamatan manusia. Keteladan-Nya menghadirkan hati seorang hamba yang melayani dengan sepenuh hati dan ketulusan. Sudah sepatutnya itu menjadi role model bagi kita sebagai murid-Nya untuk memiliki iman dan hati seorang hamba.
Di bulan keluarga tahun 2022 ini GKI Delima merayakannya dengan terang tema: “Gerejaku Keluargaku”. Mari kita menyadari keberadaan kita sebagai murid Kristus yang memahami dan mau meneladani Tuhan Yesus Kristus untuk melakukan kehendak Allah. Kita pun harus melakukan tugas kita masing-masing di dalam keluarga maupun di dalam gereja dengan sikap dan iman untuk melayani Kristus yang adalah penebus kita. Tuhan memberkati.
Pdt. Adi Cahyono