Semua orang inginkan kebenaran berada dipihaknya, namun sedikit yang sungguh mau berada dipihak kebenaran. Semua orang seakan-akan tampil menjunjung kebenaran, namun sedikit yang sungguh mau berkorban membela kebenaran. Kalimat-kalimat tersebut merupakan bait pertama dari lagu dalam PKJ 279. Kebenaran memang terkadang membingungkan dan menggelisahkan.
Ada beragam cara yang kemudian digunakan manusia untuk mengatasinya. Ada yang bersikap apatis, tidak mau tahu dengan realita yang ada di sekelilingnya. Ada yang lantas menutupinya dengan segala macam cara sehingga kebenaran tersebut tidak terkuak. Ada juga yang lantas melarikan diri dari kebenaran tersebut karena merasa tidak sanggup menanggung konsekuensinya. Inilah yang menjadi masalah nyata di kehidupan orang percaya. Kebenaran berita iInjil terkadang tidak dinyatakan karena alasan kenyamanan dan ketenangan pribadi.
Dalam bacaan Injil Matius 10:40-42 dinyatakan bahwa bagi orang-orang yang memang setia menjunjung tinggi kebenaran bahkan pada saat yang menggelisahkan bagi dirinya, akan ada upah yang menantinya. Dalam perikop ini Yesus mengingatkan bahwa ketika seseorang terus mengupayakan pelayanan mereka dengan segenap hati, maka Allah akan senantiasa menyertai dan memberkati. Dengan demikian para murid tidak perlu lagi kuatir untuk menyuarakan kebenaran meskipun terkadang menakutkan, bahkan bisa beresiko.
Oleh sebab itu kita mesti terus mengandalkan Kristus, terutama ketika diperhadapkan pada pilihan yang sulit dan membingungkan. Seperti kalimat-kalimat dalam paragraf di bait ketiga dari lagu PKJ 279 demikian: Semua orang yang cari kebenaran menjadi salah jalan; tak tahu lagi harus pilih yang mana, semuanya serupa. Setiap hari semuanya berubah, oh sungguh membingungkan; hanyalah Yesus terang dan kebenaran yang tak pernah berubah.
Marilah kita terus mengandalkan Yesus dalam mewartakan kasih-Nya dan mendukung pelebaran kerajaan Allah di dunia ini. Khususnya saat kita diperhadapkan kepada kesulitan maupun pilihan yang membingungkan. Percayalah Allah tidak pernah meninggalkan pekerjaan tangan-Nya. Demikian pula dengan pelayanan gereja-Nya di GKI Delima ini, meskipun banyak persoalan, tantangan dan kesulitan yang seringkali membingungkan dan menguatirkan. Mari kita terus dengan tekun dan setia mendukung dan mendoakannya. Soli Deo Gloria.
- Pdt. Adi Cahyono -