Seorang ibu bersama anaknya yang masih usia 6 tahun mengikuti lomba lari, dimana di jalur lomba terdapat rintangan-rintangan berupa terowongan, ban mobil dan jalan berbatu dan basah. Melihat arena lomba si anak menjadi takut dan enggan, katanya: “ mami, saya ngak jadi ikut lomba, saya takut!. Maminya menjawab: ” tenang nak, mami akan menunggu diujung jalur ya, ingat mami pasti menunggu diujung jalur. Semua akan baik - baik.”
Perlombaan pun dimulai dan anak kecil ini berlari dengan semangat ketika menoleh ke belakang ia masih bisa melihat maminya namun semakin jauh semakin tak terlihat. Rasa takut mulai muncul, iapun berteriak memanggil maminya, sayup-sayup terdengar suara maminya. Ia semangat lagi melewati terowongan mulai takut, maminya sudah tidak terlihat, suara maminya pun tak terdengar maka menangislah, namun ia ingat pesan maminya: ” di ujung jalan mami menunggu ya.” Akhirnya anak kecil sampai di ujung lintasan dan ia melihat ada maminya menyambutnya dengan semangat, anak kecil ini berlari dan memeluk maminya.
Paskah (dalam bahasa Ibrani: pesakh, Yunani: to paskha) artinya: ” sudah lewat, sudah berlalu, sudah terlampaui.” Bagi bangsa Israel Paskah memiliki makna yang penting; hidup sebagai budak di Mesir sudah berlalu, status sebagai umat Allah diakui. Bagi kita umat percaya Paskah juga penting dimana Tuhan Yesus sudah melampaui kematian dan maut, menghadirkan kehidupan baru dalam keselamatan.
Tindakan yang melampaui tercermin dalam kisah Maria Magdalena. Maria Magdalena perempuan yang telah disembuhkan dari berbagai roh-roh jahat dan berbagai penyakit (Lukas 8:2-3) oleh Yesus Kristus menjadi pengikut Yesus Kristus yang setia. Maria Magdalena juga menjadi saksi peristiwa kematian Yesus Kristus. Kematian yang sangat menyedihkan dan penuh penderitaan. Peristiwa yang membawa Maria Magdalena pada kesedihan dan kehilangan yang sangat mendalam.
Setelah Yesus Kristus dikuburkan, Maria Magdalena dan para perempuan pergi ke kubur hendak melihat mayat Yesus. Peristiwa ini menjadi peristiwa yang penting, dimana Injil Yohanes menampilkan bahwa Yesus sungguh hidup. Maria Magdalena dapat masuk ke dalam kubur kosong dalam kesedihan dan keperihan hatinya, Kerapuhan mendalam membutakan dirinya untuk merasakan kehadiran Yesus Kristus, namun Yesus Kristus selalu punya cara jitu untuk menyadarkan murid-murid-Nya termasuk Maria Magdalena. ”Rabuni” panggilan yang mencelikan Maria Magdalena bahwa Yesus ada bersamanya. Yesus yang dalam sapaan-Nya menyadarkan Maria Magdalena dan membawa kelepasan. Kelepasan yang melampaui kerapuhan dan kepedihan yang mendalam. Kelepasan yang menghadirkan perubahan menjadi semangat dan sukacita bahkan semangat untuk menceritakan dan berbagi sukacita dan anugerah keselamatan bagi muridmurid lainnya.
Dalam kehidupan kita, kita bisa mengalami kebahagiaan namun juga mengalami kepedihan, kehancuran, ketakutan, kekuatiran, kegeraman bahkan pengalaman yang traumatik. Kemana kita akan pergi? Maria Magdalena pergi mencari Yesus Kristus. Maka tidak ada hal lain yang dapat mengubahkan hidup kita selain dari Yesus Kristus Tuhan kita. Tuhan yang sudah melampaui maut dan kepedihan yang luar biasa. SolaGracia.
- Pdt. Ima F. Simamora -