Dalam film-film selalu ada tokoh utama atau pemeran jagoan yang menentukan keseruan jalannya pertunjukan. Biasanya para tokoh utama ini adalah orang-orang yang terkenal, berpengalaman dan memiliki kharisma atau keahlian tertentu. Namun sangat berbeda dalam kisah Natal dimana tokoh-tokoh yang ada bukan orang-orang terkenal, orang hebat dan perkasa. Tokoh dalam kisah Natal malahan adalah orang-orang yang sangat sederhana seperti gembala. Gembala dimasa itu adalah profesi yang sederhana dan tidak diperhitungkan namun menjadi berperan penting sekali untuk meneruskan narasi perjumpaan antara manusia biasa dengan Sang Mesias.
Para gembala mewakili golongan masyarakat yang terbuang, tidak diinginkan dan tidak diperhitungkan. Kaum yang terbuang yang mendapatkan kabar keselamatan bagi kehidupan. Sehingga karya keselamatan tidak hanya menjadi kabar dan karya bagi sebagian golongan (elite) namun bagi semua golongan. Respon gembala menjadi hal yang penting juga mewakili respon manusia terhadap kabar keselamatan bagi dunia. Hidup seperti gembala yang terbiasa menjadi kaum terbuang dan diremehkan lalu dipercayai dengan panggilan yang penting dan besar tidaklah mudah. Sangat mungkin terjadi rasa tidak percaya atau ragu atas kabar Natal ini dan panggilan untuk menemui bayi Tuhan Yesus tetapi para gembala dalam firman Tuhan merespon dengan percaya dan berjalan mengikuti arahan dan petunjuk dari Tuhan Allah.
Dari kisah para gembala kita bisa belajar bahwa:
- Kabar sukacita Natal; ” keselamatan dalam Tuhan Yesus” adalah kabar bagi semua manusia dan kehidupan bukan sebagian golongan. Baik golongan elite atau orang-orang miskin. Bahkan Allah memilih dan memakai gembala menjadi aktor utama dalam penyampaian kabar keselamatan.
- Respon manusia menjadi hal sangat penting dalam memperluas karya kabar keselamatan. Bagi kita dimasa sekarang; kita semua sudah mendengar dan menerima kabar keselamatan dalam kehidupan. Tinggal bagaimana kita merespon kabar keselamatan dalam kehidupan keseharian kita. Kabar keselamatan yang hanya terjadi oleh Tuhan Yesus, didalam Tuhan Yesus dan melalui perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Kabar keselamatan menjadi terbukti ketika terjadi perjumpaan dengan bayi Yesus. Perjumpaan yang diawali dengan percaya dan berjalan mengikuti arahan dan petunjuk Firman Allah.
Begitu juga dalam hidup kita. Setiap kita sudah menerima kabar keselamatan Tuhan Allah tinggal bagaimana respon kita; percaya dan berjalan sesuai Firman Allah maka pasti kita akan selalu merasakan karya-karya Allah yang menyelamatkan bukan hanya fisik namun seluruh isi kehidupan kita. Semangat. Sola-Gracia.
Pdt. Ima F. Simamora