Terkadang Tuhan membiarkan kita berada dalam situasi yang membuat kita nyaris kehilangan pengharapan atau putus asa. Tetapi ternyata Tuhan mau menyatakan bahwa Dia ada dan berkuasa. Lamanya waktu menunggu hasil perjuangan, besarnya pengorbanan untuk mendapatkan yang diinginkan seringkali tidak sebanding dengan apa yang didapatkan. Namun iman kepada Allah yang berkuasa dan keyakinan bahwa Ia sanggup mengatasi segala persoalan akan membuat kita akan melihat bahwa Ia berkuasa seturut kehendak dan rencana-Nya.
Dalam perikop Injil Markus 5:21-43 terdapat dua peristiwa mukjizat yang luar biasa, yaitu Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun dan yang kedua pembangkitan putri Yairus yang sudah meninggal. Dalam catatan injil Markus tersebut, kedua peristiwa itu terjadi dalam suatu rangkaian yang berurutan. Sebagai seorang pemimpin rumah ibadat, Yairus sebenarnya sedang “mempermalukan dirinya” ketika tersungkur memohon kepada Yesus agar menyembuhan putri satu-satunya (ay.22-23). Nampaknya hal tersebut yang membuat Yesus akhirnya tergerak untuk memenuhi permintaan Yairus.
Ketika dalam perjalanan ke rumah Yairus, Yesus berhenti karena Ia sadar ada kuasa yang keluar dari diriNya (ay.30). Akhirnya ada seorang perempuan yang tersungkur lalu mengakui apa yang dia lakukan dan alami setelah menjamah jubah Yesus (ay.33). Perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun itu sembuh dan imannya diapresiasi oleh Yesus. Namun bagi Yairus, kejadian itu seolah-olah menjadi penghambat dan menghalangi Yesus yang akan menolong anaknya dan memang dicatat bahwa ada utusan yang memberitahukan bahwa anaknya sudah mati (ay.35). Terlambat sudah usaha untuk menyelamatkan putri kesayangannya. Tetapi tidak ada kata terlambat dan usaha yang sia-sia jika Tuhan berkenan. Yesus sanggup membangkitan putri Yairus yang sudah mati dan pada saat itu berusia 12 tahun.
Kedua kisah tersebut menunjukkan bahwa iman orang-orang yang pantang menyerah akan diperhitungkan Tuhan. Perjuangan untuk mendapatkan pertolongan Tuhan harus terus dilakukan meskipun sulit dan seolah tiada guna dan tidak ada hasilnya. Namun kita tidak bisa menduga waktu dan cara Tuhan untuk menunjukkan kehendak-Nya. Oleh sebab itu iman dan keyakinan kita harus tetap teguh ketika menghadapi berbagai masalah dan tidak menyerah meskipun tidak mudah.
Respon sikap kita terhadap kesulitan dan penderitaan hidup ini menentukan seberapa besar iman kita kepada Tuhan dan kesetiaan kita untuk tunduk kepada kehendakNya. Sebagai pengikut Kristus - orang yang ditebus Kristus - dipilih Allah dan diperlengkapi dengan Roh Kudus, kita tidak boleh menyerah, sebaliknya kita harus terus menghidupi dan menyatakan kebenaran firman Allah meski tidak mudah. Jangan sampai kesulitan dan penderitaan kehidupan membuat kita menjadi kecewa, sakit hati, frustasi lalu membuat kehilangan iman kita kepada Tuhan.
Percaya kepada Tuhan dan tunduk pada kehendak-Nya adalah kekuatan orang percaya. Itu adalah anugerah-Nya karena kuasa Roh Kudus yang memampukannya. Jadi bagi setiap kita yang sedang menghadapi atau mengalami situasi yang teramat sulit, yang paling utama diingat adalah Tuhan itu masih ada. Dia tetap hadir dan berkarya dalam kehidupan kita di tengah segala persoalan. Oleh sebab itu teruslah berdoa minta kekuatan dan pertolongan Tuhan agar tetap percaya dan memahami apa yang menjadi kehendak-Nya dalam kehidupan kita. Ingatlah ada Roh Kudus yang akan memampukan mewujudkannya. Tetaplah percaya dan setia! Tuhan beserta kita senantiasa.
(Pdt. Adi Cahyono)