Tuhan mau kita hidup dalam arah yang benar, salah satunya kita harus mengakui bahwa Tuhan adalah sumber dari segala sesuatu yang kita terima dan punyai saat ini. Oleh sebab itu, sebagai anak-anak Tuhan kita harus mengakui bahwa bakatku berasal dari-Nya, uangku berasal dari-Nya, kesehatanku berasal dari-Nya, dst. Maka dari itu semuanya mesti dipakai untuk kemuliaan nama Tuhan. Memuliakan Tuhan berarti mengakui dan menghargai kemuliaan Tuhan di atas segalanya dan membuat kemuliaan-Nya dikenal melalui hidup kita. Memuliakan Tuhan memang bukan berarti membuat Tuhan lebih mulia, karena Dia sudah mulia dan tidak kekurangan kemuliaan; kemuliaan Tuhan sudah sempurna dan tidak perlu ditambahkan oleh manusia.
Paulus berkata bahwa kita dapat memuliakan nama-Nya melalui bagaimana kita menjalani hidup dan beraktivitas. Paulus menegaskan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan bukan untuk kepentingan diri sendiri tetapi harus bertujuan untuk memuliakan Tuhan dan menyenangkan dan menghormati Dia. Bahkan hal paling sederhana sekalipun, seperti makan dan minum, juga dapat memuliakan nama Tuhan. Hal itu dilakukan agar orang yang berada di sekitarnya beroleh selamat (1 Kor 10:31-33). Bagaimana cara kita makan dan minum membuat nama Tuhan dikenal? Yakni jika kita menerima berkat Tuhan dengan mengucap syukur sebelum makan dan dengan menikmatinya secukupnya, tidak berlebihan atau serakah agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Lalu bagaimana kita memuliakan Tuhan secara lebih luas? Pertama, tentunya lewat ibadah dan penyembahan, baik pribadi maupun bersama umat Tuhan. Nyatakan hormat dan penyembahan kita lewat doa, puji-pujian yang agung dan megah tapi dengan sepenuh hati dan tulus sebagai rasa syukur kita. Kedua, lewat menghargai sesama manusia sebagai gambar Allah, termasuk menghargai segala potensi Ilahi yang ada di dalam diri manusia tersebut. Dengan mengembangkan hidup ini menjadi berkat untuk sesama, kita sedang menyaksikan kemuliaan Allah lewat kemuliaan ciptaan-Nya. Ketiga, dengan menghargai dan mengelola dengan baik semua ciptaan Allah. Tugas kita adalah mengelola alam ini supaya menjadi wadah yang asri dan harmonis. Mari menjaga dan melestarikan lingkungan kita dengan memelihara kebersihannya, keseimbangan ekosistemnya, dan mengisinya dengan perilaku hidup yang mulia.
Jadi, kita menghormati dan memuliakan Dia bukan hanya dengan doa, namun dengan iman ketaatan, ucapan syukur dan kesetiaan dalam hidup kita. Ketetapan ini: "lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah" harus menjadi petunjuk utama kehidupan kita, tuntunan bagi perilaku kita dan ujian bagi tindakan kita. Segala sesuatu yang tidak dapat dilakukan untuk kemuliaan Tuhan (yaitu, untuk menghormati dan mengucap syukur kepada-Nya sebagai Tuhan, Pencipta, dan Penebus kita) hendaknya jangan dilakukan sama sekali.
Pdt. Adi Cahyono M.Si